Berpuasa Nyaman untuk Diabetisi
26 April 2019

Selain menjaga hawa nafsu, puasa yang hakiki juga berarti menahan diri untuk tidak makan dan minum kurang lebih selama 12 jam. Bagi orang kebanyakan, berpuasa dapat dijalani tanpa kendala. Namun, bagaimana bagi mereka dengan kondisi kesehatan khusus seperti orang dengan diabetes mellitus, apakah tetap bisa berpuasa tanpa khawatir?

Banyak pro dan kontra mengenai apakah penyandang diabetes (diabetisi) boleh berpuasa atau tidak. Apakah dengan tetap menjalankan puasa ada manfaat yang didapat oleh diabetisi? Lalu, bagaimana dengan pengaturan meminum obat atau pemberian insulin?

Untuk penderita diabetes mellitus ada beberapa risiko yang mungkin terjadi ketika berpuasa, seperti:

  • Hipoglikemia: kondisi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah normal.
  • Hiperglikemia: Kondisi ketika gula darah di dalam tubuh lebih tinggi dari normal
  • Ketoasidosis diabetes: Kondisi serius ketika tubuh tidak memiliki insulin yang cukup untuk memproses glukosa (gula) darah, maka tubuh akan membakar lemak sebagai energi. Akibatnya, asam yang disebut keton terbentuk dalam tubuh.
  • Dehidrasi dan thrombosis

Kelompok risiko bagi penyandang diabetes yang berpuasa

1. Risiko sangat tinggi

Biasanya dimiliki oleh penyandang diabetes tipe 1 yang sudah menggunakan insulin untuk mengendalikan kadar gula darahnya, memiliki riwayat hipoglikemi berat dan berulang dalam periode tiga bulan sebelumnya, memiliki penyakit akut, tidak dapat mengendalikan kadar gula darah dengan baik, dan berada dalam kondisi hemodialisis kronik. Biasanya kelompok risiko ini tidak dianjurkan untuk berpuasa

2. Risiko tinggi

Pasien diabetes mellitus terkendali dengan HbA1c 7,5-9%, memiliki gangguan ginjal, memiliki penyakit penyerta atau faktor risiko tambahan, berusia lanjut dengan kondisi kurang sehat, dan tinggal sendirian. Kelompok ini juga tidak dianjurkan untuk berpuasa kecuali dengan pengawasan yang ketat dari anggota keluarga terdekat dan mematuhi anjuran dokter keluarga yang sudah mengenal dan memantau kesehatan pasien.

3. Risiko sedang

Penyandang diabetes mellitus yang terkendali dengan konsumsi obat oral insulin. Diabetisi yang berada di kelompok risiko ini boleh berpuasa dengan berkonsultasi oleh dokter sebelum memulai puasa

4. Risiko ringan

Penyandang diabetes mellitus terkendali dengan kadar gula darah yang baik, menjalani terapi diet, sehat, dan mengonsumsi obat golongan metformin atau thiazolidinedione. Diabetisi yang berada di kelompok risiko ini boleh berpuasa dengan berkonsultasi oleh dokter sebelum memulai puasa

Konsultasi dan edukasi

Sebaiknya semua diabetisi yang akan menjalani puasa harus berkonsultasi dulu dengan dokternya terkait kondisi kesehatannya. Konsultasi dan penilaian medis ini sebaiknya dilakukan satu hingga dua bulan menjelang puasa. Biasanya dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes akan memberikan edukasi terkait penanganan hipoglikemia, pemantauan kadar gula darah berkala, perencanaan pola makan, aktivitas fisik yang bisa dilakukan, pemberian obat, penanganan bila terjadi komplikasi, serta pentingnya minum banyak air.

Pemantauan gula darah saat puasa

Pemantauan gula darah saat puasa merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh para diabetesi. Paling sedikit sekali dalam sehari, diabetisi harus mengecek gula darah mereka. Bagi yang menggunakan insulin atau memiliki penyakit penyerta bisa melakukan pemeriksaan gula darah mandiri secara lebih sering. Jangan lupa, perhatikan dan kenali juga gejala hipoglikemia. Agar apabila terjadi kondisi tersebut, bisa segera ditangani dengan tepat. Gejala hipoglikemia yang harus diwaspadai, seperti lapar, mual, lemah, lesu, sulit bicara, keringat dingin pada wajah, gemetar, berdebar-debar, hingga hilang kesadaran dan kejang.

Pengelolaan makan selama puasa

Hal lain yang penting dilakukan bagi para diabetisi adalah pengaturan pola makan. Hindari dan kurangi asupan makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak, seperti makanan siap saji, perbanyak konsumsi sayur dan buah serta karbohidrat yang kompleks. Karbohidrat kompleks dan serat mengandung indeks glikemik rendah yang akan membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi di tubuh akan bertahan lebih lama. Asupan protein juga penting. Makanan yang berprotein tinggi akan membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga atau beraktivitas berat. Bulan Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk menghentikan kebiasaan merokok, ngemil, dan minum kopi 

Aktivitas fisik saat berpuasa

Meski berpuasa tetap boleh melakukan aktivitas fisik, asalkan dicermati kapan waktu yang tepat, apa jenisnya, dan berapa lama waktu istirahat yang dibutuhkan. Biasanya waktu berolah raga yang terbaik adalah setelah berbuka puasa, atau 30-60 menit menjelang berbuka puasa. 

Jenis olahraga yang dianjurkan:

  • Jogging/treadmill ringan selama 20-30 menit
  • Bersepeda selama 45 menit
  • Bowling, menjaga keseimbangan gerak agar stamina terjaga
  • Renang selama 30 menit
  • Jalan cepat selama 30 menit
  • Yoga, mempercepat proses detoksifikasi dalam tubuh serta membantu pikiran tetap jernih dan tenang selama berpuasa
  • Naik turun tangga selama 10 menit

Jangan lupa cek kadar gula darah Anda sebelum berolah raga ya.

Kapan diabetisi perlu membatalkan puasa?

  • Terdapat tanda dan gejala hipoglikemia
  • Mendapat penyakit akut
  • Apabila terpaksa melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Secara mental/emosional tidak kuat
  • Apabila tidak ada yang mengawasi/tinggal sendirian

Puasa Ramadan bagi diabetisi bisa meningkatkan risiko komplikasi diabetes mellitus. Namun, pemantauan yang cermat dapat mengurangi risiko hipoglikemia dan komplikasi tersebut. Jadi, jangan lupa konsultasi dulu dengan dokter Anda ya.

 

 

dr. Rochsismandoko, Sp. PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Latest News
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 42