ASK OUR   DOCTOR

Q

Mual Pada Anak Saat Di Perjalanan

Amel,Jakarta Selatan
Dokter, kedua anak saya laki-laki berumur 6 dan 7 tahun. Setiap menempuh perjalanan dengan mobil sekitar setengah jam, mereka sering merasa mual, kadang disertai pusing. Tapi paling sering mual. Saya sudah coba dengan memberi makan mereka dulu sebelum berangkat, tapi mereka tetap mual di jalan. Kadang mereka memang suka banyak bergerak di dalam mobil. Tapi pernah dengan duduk manis saja tetap mual. Saya juga sudah melarang mereka untuk main game dengan gadget dalam perjalanan, karena biasanya bisa menjadi salah satu pemicu mual. Kira-kira apa penyebabnya ya, Dok? Kemudian apa yang bisa saya lakukan untuk menghindari mual pada anak-anak saya dalam perjalanan dengan mobil? Terima kasih, Dokter.

A

Ibu Amel, terima kasih atas pertanyaannya.

Mabuk perjalanan terjadi karena adanya perbedaan masukan informasi kepada otak anak yang berasal dari telinga tengah (organ keseimbangan), mata dan tungkai. Jadi saat anak berada dalam kendaraan namun tidak bisa melihat keluar jendela atau sibuk membaca buku, maka pada saat itu telinga tengah anak akan mendeteksi adanya gerakan, namun mata dan kaki anak tidak merasakan hal tersebut. Yang terjadi selanjutnya adalah gejala-gejala seperti perut yang mual, keringat dingin, lemas, atau bahkan muntah. Belum jelas penyebabnya mengapa pada beberapa anak hal ini lebih kerap terjadi bila dibandingkan pada anak lain.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah agar mabuk perjalanan tidak terjadi, sebagai berikut:

  • Usahakan agar anak dapat menikmati perjalanan dengan melihat berbagai hal di luar jendela kendaraan. Tidur selama perjalanan juga membantu untuk mengurangi mabuk perjalanan. Jangan biarkan anak terlalu fokus dengan buku atau gadget untuk bermain games atau menonton film.
  • Jangan memberikan makanan yang berat/pedas/berlemak tinggi sebelum perjalanan. Apabila jarak tempuh perjalanan singkat maka pemberian makan dapat ditunda setelah anak sampai di tujuan
  • Usahakan agar bau pada kendaraan dibuat netral; jangan sampai ada aroma yang sangat dominan dalam kendaraan
  • Coba alihkan perhatian anak sepanjang perjalanan dengan mengajak anak bicara, mendengarkan lagu atau menyanyi.

Saat anak mengalami mabuk perjalanan, segera hentikan kendaraan di tempat yang aman dan biarkan anak turun dari kendaraan untuk berjalan sejenak. Gejala mabuk perjalanan yang terjadi juga dapat dikurangi dengan tidur terlentang selama beberapa menit sambil menutup mata.

Apabila segala usaha tersebut sudah dilakukan dan anak masih tetap mengalami mabuk perjalanan yang berat, maka sebaiknya konsultasikan masalah anak-anak Anda dengan dokter spesialis anak untuk kemungkinan pemberian obat yang tepat guna mencegah mabuk perjalanan pada anak.

dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp. A

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Puri Indah

Artikel  Lainnya