ASK OUR   DOCTOR

Q

Perut Tidak Nyaman Karena Asam Lambung Naik

Raisa,Jakarta
Dokter, hampir setiap sesudah makan, saya sering sendawa sampai terasa makanan yang baru saja saya makan. Terkadang sampai muntah dan perut saya rasanya sebah. Beberapa kali pernah sendawanya tidak bisa berhenti, seperti ada angin atau gas tertahan di tenggorokan. Tenggorokan pun rasanya jadi panas dan kering. Pernah sekitar dua kali, dada saya rasanya seperti tertekan dan sesak. Ketika memeriksakan diri ke UGD, saya didiagnosa terkena gastritis yang menimbulkan dada sesak. Saya juga khawatir kalau sendawa saya ini menimbulkan bau tidak sedap, walaupun sendawa dengan mulut tertutup. Saya sudah coba minum obat generik seperti enziplex, tapi tidak berpengaruh. Sekarang saya juga menghindari makanan yang memicu gas seperti kacang-kacangan, tetapi saya tetap minum kopi tiap hari. Kira-kira menurut Dokter saya ini terkena maag, gastritis, atau apa ya, Dok? Bagaimana mengobatinya? Terima kasih.

A

Bu Raisa, keluhan yang Ibu rasakan merupakan gejala adanya refluks atau naiknya asam lambung yang berlebihan ke kerongkongan berupa sendawa yang berlebihan, mual, muntah serta dada terasa nyeri, panas dan sesak, serta dapat timbul bau mulut. Asam lambung tersebut juga bisa naik sampai ke tenggorokan sehingga menimbulkan gejala seperti rasa gas tertahan, tenggorokan pahit, kadang terasa asam, kering dan panas.

Kumpulan gejala itu dikenal dengan nama GERD (Gastroesophageal reflux disease) dan LPR (Laringopharingeal reflux disease). Naiknya asam lambung ke kerongkongan disebabkan oleh terbukanya terus menerus katup antara lambung dan kerongkongan akibat beberapa hal seperti kelainan anatomi, makanan tertentu yaitu coklat, keju, rokok, kehamilan dan kegemukan. Sedangkan produksi asam lambung yang berlebihan dapat dipicu oleh adanya konsumsi makanan yang asam, pedas, serta mengandung gas seperti sayuran kol, nangka, juga jenis minuman kopi, soda dan alkohol. Beberapa jenis buah seperti mangga, durian, rambutan, duku, dan salak meskipun manis juga dapat memicu produksi asam lambung berlebihan.

Pengobatan penyakit ini adalah menghindari makanan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung berlebihan tersebut, juga menghindari faktor pencetus terbukanya katup lambung kerongkongan secara terus menerus. Pola makan sedikit tapi sering (tiap 3-5 jam) juga sangat membantu. Obat obatan yang utama diberikan adalah obat yang dapat mengurangi produksi asam lambung dan obat yang mencegah naiknya asam lambung tersebut. Enzyplex merupakan jenis obat yang mengandung enzim yang membantu penyerapan makanan di usus halus, jadi bukan merupakan terapi utama dari GERD atau LPR. Bila kondisi Ibu memberat, sebaiknya Ibu segera berobat ke dokter sehingga mendapat terapi yang tepat.

dr. Femmy Nurul Akbar, Sp. PD-KGEH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi

RS Pondok Indah – Pondok Indah

Artikel  Lainnya