Deteksi Dini Tumor Otak
15 March 2017

Kita sering kali takut dan cemas mengenai tumor otak. Apakah saya terkena tumor otak? Apa yang harus saya lakukan untuk mendeteksinya? Bagaimana pencegahannya? Apakah ada makanan tertentu yang harus dipantang? Dan banyak lagi pertanyaan lain mengenai tumor otak.

Tumor otak adalah pertumbuhan abnormal dari jaringan otak atau medulla spinalis yang mengganggu fungsi otak. Berdasarkan jenisnya, tumor otak dapat bersifat ganas (kanker) atau jinak. Selain itu, tumor otak bisa bersifat primer (tumor berasal dari sel otak) atau metastasis/sekunder (tumor berasal dari organ lain dan menyebar ke otak).

GEJALA TUMOR OTAK

a. Gejala Umum

Gejala umum tumor otak timbul karena peningkatan tekanan dalam rongga tengkorak. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan tumor itu sendiri, pembengkakan jaringan sekitar tumor, atau karena sumbatan aliran cairan otak (hidrosefalus).

Gejala yang sering timbul adalah nyeri kepala, mual, muntah, pandangan kabur, gangguan keseimbangan, gangguan perilaku, kejang, penurunan kesadaran hingga koma. Gejala adanya tumor bisa ditandai dengan nyeri kepala muncul pada pagi hari dan berkurang pada siang hari, nyeri kepala yang berangsur-angsur bertambah berat, nyeri kepala disertai muntah (projectile), atau kejang hingga penurunan kesadaran.

b. Gejala Spesifik

Tumor yang mengenai bagian otak besar yang mengontrol kekuatan otot mengakibatkan kelumpuhan tubuh pada satu sisi. Tumor pada bagian otak besar yang bertanggung jawab terhadap fungsi bahasa menyebabkan gangguan bicara dan pengertian bahasa. Tumor yang mengenai otak kecil mengakibatkan kesulitan berjalan. Tumor pada bagian tengah otak dapat mengenai saraf penglihatan yang mengakibatkan gangguan lapang pandang, hingga kehilangan penglihatan.

PEMERIKSAAN PENCITRAAN

Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis mendalam untuk mengetahui ada atau tidaknya tumor otak. Pencitraan otak dilakukan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala atau CT Scan kepala. Selain itu bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan pencitraan lainnya. Ragam cara pemeriksaan:

a. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Gambaran otak yang dihasilkan MRI lebih detail dibandingkan pemeriksaan CT Scan. Magnetic Resonance Imaging dengan kontras akan menghasilkan data tambahan mengenai tumor yang ditemukan.

b. Magnetic Resonance Angiography (MRA)

Pemeriksaan MRA penting untuk melihat jumlah dan sumber pendarahan tumor, yang akhirnya dapat membantu dokter bedah dalam proses operasi.

c. Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS)

Magnetic Resonance  Spectroscopy mengukur interaksi gelombang radio dengan zat kimia dalam darah juga memberikan gambaran grafik zat-zat tertentu pada lokasi yang dicurigai, sehingga memberikan petunjuk jenis tumor yang ada. Pemeriksaan ini juga dilakukan pasca operasi untuk menentukan apakah kelainan yang ditemukan merupakan tumor atau jaringan parut pascaoperasi.

d. Magnetic Resonance Perfusion (Perfusion MRI)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat jumlah darah yang melewati bagian otak. Tumor yang tumbuh cepat mempunyai aliran darah yang semakin meningkat. Perfusion MRI digunakan

untuk menentukan bagian tumor yang akan dibiopsi dan melihat daerah tumor pascaoperasi.

e. Functional MRI (FMRI)

Tipe MRI baru ini melihat bagian-bagian otak yang bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi tertentu. Pasien diminta untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti menggerakkan tangan, atau berpikir.

f. Computed Tomography (CT) Scan

CT Scan digunakan sebagai alternatif MRI bila MRI tidak dapat dilakukan pada individu tertentu, seperti orang dengan alat pacu jantung, dengan implan logam, atau orang yang takut akan ruang sempit dan bunyi bising yang terjadi saat MRI.

g. Computed Tomography Angiography (CTA)

Computed Tomography Angiography dilakukan untuk melihat pembuluh darah dengan menyuntikkan zat kontras. Computed Tomography Angiography memberikan gambaran pembuluh darah dalam dan sekitar tumor yang lebih detil dibandingkan dengan MRA.

h. Positron Emission Tomography (PET) Scan

Positron Emission Tomography Scan adalah pemeriksaan dengan menyuntikkan zat gula radioaktif ke dalam darah. Karena tumor tumbuh lebih cepat dari sel normal, maka sel tumor menyerap gula lebih banyak. Dengan pemindai PET Scan, akan terlihat bagian-bagian tubuh dengan aktivitas yang meningkat (tumor). Selain untuk melihat sebaran tumor, PET Scan juga digunakan untuk evaluasi pascaoperasi, membedakan apakah bagian yang abnormal pada MRI merupakan tumor atau jaringan parut pascaoperasi.

PEMERIKSAAN LAIN

Pemeriksaan khusus yang kadang dilakukan pada pasien tumor otak adalah pemeriksaan cairan serebrospinal, yaitu dengan cara mengambil cairan melalui pungsi lumbal. Pungsi lumbal adalah teknik mengambil cairan otak melalui punggung. Tujuan pemeriksaan adalah untuk melihat apakah ada penyebaran tumor ke cairan otak atau selaput otak (meningen). Hal ini penting untuk menentukan perlunya kemoterapi pada kasus-kasus tumor otak.

Selain pemeriksaan tersebut di atas, terkadang dilakukan pemeriksaan khusus lain, seperti EEG, EMG, rontgen dada, atau angiografi. Pemeriksaan ini dikerjakan bila ada indikasi seperti kejang, kelainan saraf tepi atau keluhan khusus lainnya.

dr. Firman Hendrik, Sp. S

Dokter Spesialis Saraf

RS Pondok Indah-Puri Indah

Berita Terkini
Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kanker Payudara, RS Pondok Indah Selenggarakan Charity Run
RS Pondok Indah Group Apresiasi Dedikasi Para Dokter
RS Pondok Indah, Yayasan Puspita, Dan Perempuan Untuk Negeri Gelar Khitanan Massal Di Cisarua, Bogor
CSR HUT Ke-30 RS Pondok Indah Belajar Cuci Tangan, Belajar Lebih Sehat
Rangkaian Bincang Sehat HUT Ke-30 RS Pondok Indah Keluarga Sehat, Keluarga Bahagia

RS PONDOK INDAH - PONDOK INDAH - POLIKLINIK MINGGU

Sebagai wujud kepedulian kepada pengguna layanan kesehatan yang membutuhkan keleluasaan dalam hal waktu di luar hari kerja, RS Pondok Indah-Pondok Indah menambah layanan poliklinik terbarunya, yaitu Poliklinik Minggu.  Layanan Poliklinik Minggu: Klinik Anak Klinik Penyakit Dalam Klinik Umum Klinik Rehabilitasi Medik/Fisi...

Vol 35