Lindungi Lutut Anda dari Osteoarthritis
08 August 2017

Tanpa sadar, aktivitas sehari-hari memiliki risiko tersendiri bagi lutut. Osteoarthritis menjadi momok. Meski penderitanya tidak akan pernah bisa disembuhkan, Anda memiliki peluang agar jangan sampai menjadi penderitanya.

Osteoarthritis adalah kerusakan tulang rawan sendi pada lutut, bukan disebabkan karena lutut kurang pelumas atau biasa disebut kurang oli. Osteoarthritis juga berbeda dengan kerusakan pada tulang yang umum kita kenal dengan osteoporosis. Tulang rawan adalah bagian dari sendi yang melapisi tulang (cartilage). Etiologinya, kerusakan rawan sendi lutut ini terbagi atas dua penyebab, yaitu primer dan sekunder. Osteoarthritis primer disebabkan faktor usia (degeneratif). Semakin tua rawan sendi menjadi semakin lemah dan mudah rusak. Sementara, osteoarthritis sekunder diakibatkan oleh cedera dari akibat aktivitas dan olahraga yang membahayakan.

Umumnya, osteoarthritis menimpa pasien yang memasuki usia 40–50 tahun. Kerusakan pada rawan sendi lutut ini ditandai sejumlah gejala umum yang dirasakan pasien secara bertahap dalam waktu lama, mulai dari merasa tidak nyaman pada lutut, lutut berbunyi saat digerakkan, nyeri yang hilang-­timbul dan lama-lama menjadi konstan, hingga munculnya bengkak.

Tidak Bisa Disembuhkan

Osteoarthritis tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah dan ditangani. Kunci utama dalam pencegahannya adalah menjaga gaya hidup sehat, mulai dari menjaga berat badan ideal guna mengurangi tekanan pada rawan sendi serta memperlambat proses perkapuran, memilih olahraga low impact, hingga menghindari lari, lompat, naik turun tangga, dan memakai sepatu berhak tinggi.

Baik pria maupun wanita memiliki kemungkinan yang sama besar terjangkit gangguan ini. Di kalangan pasien wanita, umumnya disebabkan kegemukan dan gaya hidup, sedangkan di kalangan pasien pria lebih sering diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan high-impact.

Meski umumnya osteoarthritis menyerang kalangan usia lanjut, bukan tidak mungkin gejala-gejala osteoarthritis itu sudah ditemui di usia yang jauh lebih muda. Hal ini harus diwaspadai dan segera ditangani. Gejala osteoarthritis pada usia dini umumnya karena aktivitas yang tidak aman untuk lutut termasuk kelainan kaki bentuk X atau O.

Sejatinya, 95 persen kasus perkapuran rawan sendi lutut bisa ditangani tanpa bedah. Hanya lima persen saja yang melalui operasi dengan berbagai pertimbangan. Meski dengan osteoarthritis pada level kronis, seseorang bisa hidup nyaman tanpa harus operasi. Kuncinya ada pada gaya hidup sehat.

Seiring perkembangan teknologi, berbagai tindakan medis juga dikembangkan untuk menangani kasus osteoarthritis pada level tertentu, mulai dari obat-obatan, hingga penggantian sendi total yang masing-masing memiliki risiko. Sedangkan, tindakan operasi arthroscopy untuk pembersihan kapur, saat ini tidak dianjurkan karena telah terbukti tidak memberikan perbaikan. Jadi, lebih baik mencegah daripada mengobati, kan? Mulai sekarang sayangi lutut kita.

Dr. dr. Andre Pontoh, Sp. OT (K)

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi Konsultan Sport Medicine Orthopaedic

RS Pondok Indah - Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

Berita Terkini
Khitanan Massal RS Pondok Indah Group Di Bintaro Jaya
Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kanker Payudara, RS Pondok Indah Selenggarakan Charity Run
RS Pondok Indah Group Apresiasi Dedikasi Para Dokter
RS Pondok Indah, Yayasan Puspita, Dan Perempuan Untuk Negeri Gelar Khitanan Massal Di Cisarua, Bogor
CSR HUT Ke-30 RS Pondok Indah Belajar Cuci Tangan, Belajar Lebih Sehat

RS PONDOK INDAH – PONDOK INDAH & PURI INDAH - TELKOMSEL POIN

Health check up rutin adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan Anda. Mengetahui keadaan atau kondisi tubuh sejak dini menjadi sangat penting. Oleh karena itu, health check up perlu rutin dilakukan minimal setahun sekali. Dapatkan potongan Rp. 500.000,- untuk paket pemeriksaan kesehatan Men / Women / Cardiac Screening di Executive Health Check ...

Vol 37