Tetap Menjadi Wanita Seutuhnya
22 January 2018

Bagi wanita, payudara merupakan organ tubuh yang sangat penting. Bukan sekadar soal pesona tubuh, tapi berbagai peran penting dimiliki oleh organ tubuh yang satu ini. Akan tetapi, seperti bagian tubuh yang lain, payudara pun memiliki risiko untuk terjangkit suatu penyakit.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada wanita. Menjaga kesehatan tubuh, khususnya bagian payudara, menjadi penting dilakukan.

Tentang Kanker Payudara

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kanker payudara. Berdasarkan data-data serta hasil penelitian, diketahui bebera­pa faktor risiko dapat meningkatkan munculnya kanker payudara pada seseorang. Faktor risiko tersebut antara lain:

  • tidak memiliki anak;
  • melahirkan pada usia lebih dari 35 tahun;
  • mengalami menstruasi yang terlalu dini (sebe­lum usia 12 – 13 tahun);
  • menopause yang terlambat (lewat dari 50 tahun);
  • tidak menyusui; dan
  • penggunaan kontrasepsi (KB) hormonal (seperti suntik dan pil) dalam jangka waktu panjang.

Selain itu, faktor keturunan atau genetik juga bisa menjadi faktor risiko munculnya kanker payudara.

Gejala Kanker Payudara

Ada beberapa hal yang menjadi gejala kanker payudara, yaitu:

  • benjolan pada payudara;
  • keluar cairan dari puting, terutama berwarna merah;
  • puting tertarik ke dalam;
  • pada tahap lanjut, kulit payudara akan terlihat kasar, seperti kulit jeruk (peau d’orange);
  • bentuk payudara menjadi asimetri, dan sebagainya.

Pemeriksaan Rutin

Menjalani gaya hidup sehat merupakan hal penting agar terhindar dari kanker payudara. Selain itu, jangan lupakan pemeriksaan rutin kondisi payudara. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) merupakan cara paling mudah. Pemeriksaan yang setidaknya dilakukan satu kali dalam satu bulan ini meliputi inspeksi (memperhatikan bentuk menggunakan cer­min) dan palpasi (meraba) serta mulai rutin dilaku­kan sejak seseorang mengalami menstruasi. Sangat penting bagi wanita mengenali bentuk payudaranya sendiri. Apakah dari awal memang terdapat asime­tri (misal payudara kanan/kiri lebih besar, apakah bentuk puting berbeda, dan sebagainya). SADARI dilakukan seminggu sejak menstruasi hari pertama.

Meski demikian, pemeriksaan rutin ke dokter pun tetap diperlukan. Pasalnya, kerap kali seseorang baru merasakan adanya benjolan pada payudara ketika benjolan tersebut sudah dalam ukuran cukup besar (sekitar 1 – 2 cm), terutama pada penderita yang berusia muda karena payudara masih padat (dense).

USG (ultrasonografi) dan mamografi merupakan dua tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara. Keduanya merupa­kan tes yang saling melengkapi. Data yang didapat dari satu tes menjadi penunjang dari data yang didapat dari tes lainnya. Selain kedua tes tersebut, RS Pondok Indah - Pondok Indah juga dilengkapi fasilitas dengan teknologi modern lainnya, 3D Sonomammogram.

Tes-tes ini dapat dilakukan setidaknya setahun sekali. Setiap wanita dapat mengikutsertakan pemeriksaan terhadap kondisi payudara dalam proses general check-up yang dilakukan setiap tahunnya.

dr. Diani Kartini, Sp. B (K) Onk

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi

RS Pondok Indah - Pondok Indah

Berita Terkini
Perkenalkan Dunia Kesehatan Pada Si Kecil Dengan KidMedicZone
Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri
Grand Opening RS Pondok Indah - Bintaro Jaya
Pembukaan Unit Extracorporeal Shock Wave Lithotrispy (ESWL)
Pemeriksaan Kesehatan Berkala Untuk Warga

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 39