Diabetes Gestasional, Diabetesnya Ibu Hamil
03 September 2018

Diabetes gestasional merupakan intolerensi glukosa yang baru timbul setelah adanya kehamilan. Diabetes jenis ini meliputi diabetes mellitus (DM) tipe 1 atau tipe 2 dan dapat terjadi pada 2-10 persen kehamilan.

Ketika hamil, perubahan hormon membuat sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Pada sebagian besar kehamilan, hal ini bukan merupakan suatu masalah, karena ketika tubuh memerlukan insulin tambahan, pankreas akan mensekresi lebih banyak insulin. Tetapi bila pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang diperlukan pada saat kehamilan tersebut, maka kadar gula darah akan naik dan mengakibatkan terjadinya diabetes gestasional.

 

Bagaimana mengetahui apakah saya menderita diabetes gestasional?

Diabetes gestasional biasanya terjadi tanpa gejala, karena itu ibu hamil akan diperiksa kadar gula darahnya saat usia kehamilan menginjak 24-28 minggu. Pada kehamilan dengan risiko tinggi seperti adanya keluarga kandung penyandang diabetes atau ditemukannya glukosa pada urin, dianjurkan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah pada kunjungan pertama ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Barulah setelah itu, dilakukan pemeriksaan kembali saat kehamilan berusia 24-28 minggu. Bila pada pemeriksaan pertama ditemukan kadar gula darah sewaktu yang tinggi, bukan berarti Anda sudah pasti menyandang diabetes. Untuk memastikannya, Anda harus menjalani tes toleransi glukosa untuk menegakkan diagnosis.

 

Apa tanda-tanda saya memiliki risiko tinggi menyandang diabetes gestasional?

Menurut American Diabetes Association, orang yang termasuk berisiko tinggi dan harus melakukan deteksi dini adalah:

1.    Obesitas (dengan nilai BMI lebih dari 30)

2.    Mengidap diabetes mellitus pada kehamilan sebelumnya

3.    Ditemukannya glukosa pada pemeriksaan urin

4.    Mempunyai riwayat keluarga penyandang diabetes

 

Beberapa kejadian di bawah ini juga merupakan faktir risiko tinggi untuk terjadinya diabetes gestasional:

1.    Riwayat memiliki bayi besar lebih dari 4 kilogram saat melahirkan

2.    Riwayat kejadian janin meninggal saat hamil

3.    Riwayat cacat bawaan pada janin

4.    Riwayat hipertensi dalam kehamilan

5.    Usia di atas 35 tahun saat hamil

 

Bagaimana diabetes gestasional mempengaruhi kehamilan dan janin?

Perubahan diet dan olahraga sangat penting untuk menjaga kadar gula dalam darah, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan makrosomia (janin yang terlalu besar sehingga menyulitkan Anda untuk bersalin secara normal). Bayi makrosomia ini juga dapat menyebabkan distosia bahu (tersangkutnya bahu janin pada panggul Anda ketika proses persalinan, sehingga menyebabkan trauma pada janin). Persalinan pada bayi besar dapat mengakibatkan patah tulang selangka dan kerusakan saraf janin, maka, kerap kali para dokter menyarankan operasi caesar untuk melahirkan bayi yang besar.

Segera setelah melahirkan bayi besar, Anda biasanya akan mengalami turunnya kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia). Hal ini terjadi, karena tubuh Anda tetap memproduksi insulin tambahan yang diperlukan selama kehamilan. Padahal, bayinya sudah lahir. Hal inilah yang juga harus diwaspadai.

 

Tidak terkendalinya kadar gula darah pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko sebagai berikut:

1.    Janin berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan hingga lambatnya pematangan paru

2.    Terjadinya kejadian bayi kuning (jaundice) pada bayi baru lahir meningkat

3.    Risiko polisitemia (peningkatan jumlah sel darah merah) dan hipokalsemia yang dapat mempengaruhi irama     jantung janin

4.    Risiko kejadian bayi lahir mati juga meningkat. Biasanya terjadi pada bulan-bulan akhir kehamilan.

5.    Preeklamsia juga dapat terjadi, terutama padaa ibu hamil dengan obesitas

 

Apa yang harus dilakukan jika saya menyandang diabetes gestasional?

Lalukan pengecekan gula darah secara rutin dan kendalikan kadar gula darah dalam batasan yang normal, dengan cara:

1.    Makan sesuai pola diet yang dianjurkan ahli gizi menurut berat badan dan aktivitas sehari-hari.

2.    Makanan harus bergizi seimbang dan mengandung cukup protein, lemak, karbohidrat, serta asupan vitamin dan mineral.

3.    Tidak melewatkan sarapan dan hindari makanan dengan kadar gula berlebihan seperti soda dan cokelat

4.    Olahraga teratur dapat mempertahankan kadar gula darah tetap normal. Olahraga yang bisa dilakukan seperti jalan pagi atau berenang selama kurang lebih 30 menit sehari

5.    Terapi pengobatan. Sekitar 15 persen ibu hamil dengan diabetes memerlukan terapi pengobatan untuk  mengendalikan kadar gula darahnya

 

Apakah saya akan tetap menyandang diabetes gestasional setelah melahirkan?

Sepertiga dari wanita penderita diabetes gestasional, setelah melahirkan dapat mengalami kadar gula darah yang tetap tinggi. Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah 6-12 minggu pasca persalinan.

 

 

dr. F.X. Bhimantoro, Sp. OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

RS Pondok Indah - Pondok Indah

Berita Terkini
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis
Hindari Cedera Bahu Dan Kaki Akibat Olahraga

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 40