Kenali dan Cegah Kanker Payudara dengan Mudah
05 September 2018

Bagi wanita, payudara merupakan organ tubuh yang sangat penting. Bukan sekadar soal pesonanya, tapi berbagai peran penting dimiliki oleh organ tubuh yang satu ini. Akan tetapi, seperti bagian tubuh yang lain, payudara pun memiliki risiko untuk terjangkit suatu penyakit. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada wanita. Menjaga kesehatan tubuh, khususnya bagian payudara, menjadi penting dilakukan agar terhindar dari penyakit ini.

 

Tentang Kanker Payudara

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kanker payudara. Berdasarkan data-data serta hasil penelitian, diketahui beberapa faktor risiko dapat meningkatkan munculnya kanker payudara pada seseorang. Faktor risiko tersebut antara lain:

       tidak memiliki anak;

       melahirkan pertama kali pada usia lebih dari 35 tahun;

       mengalami menstruasi yang terlalu dini (sebelum usia 12 – 13 tahun);

       menopause yang terlambat (lewat dari 50 tahun);

       tidak menyusui;

       penggunaan kontrasepsi (KB) hormonal (seperti suntik dan pil) dalam jangka waktu panjang;

       faktor keturunan/genetik.

 

Gejala Kanker Payudara

Ada beberapa hal yang menjadi gejala kanker payudara, yaitu:

       benjolan pada payudara;

       keluar cairan dari puting, terutama berwarna merah;

       puting tertarik ke dalam;

       pada tahap lanjut, kulit payudara akan terlihat kasar, seperti kulit jeruk (peau d’orange);

       bentuk payudara menjadi asimetri.

 

Pemeriksaan Rutin

Menjalani gaya hidup sehat merupakan hal penting agar terhindar dari kanker payudara. Selain itu, jangan lupakan pemeriksaan rutin kondisi payudara. SADARI (periksa payudara sendiri) merupakan cara paling mudah. Pemeriksaan yang setidaknya dilakukan satu kali dalam satu bulan ini meliputi inspeksi (memperhatikan bentuk menggunakan cermin) dan palpasi (meraba). Sebaiknya SADARI mulai rutin dilakukan sejak Anda mengalami menstruasi. Sangat penting bagi Anda mengenali bentuk payudaranya sendiri. Apakah dari awal memang terdapat asimetri (misal payudara kanan/kiri lebih besar, apakah bentuk puting berbeda, dan sebagainya). SADARI dilakukan seminggu sejak menstruasi hari pertama. Meski demikian, pemeriksaan rutin ke dokter pun tetap diperlukan. Pasalnya, kerap kali seseorang baru merasakan adanya benjolan pada payudara ketika benjolan tersebut sudah dalam ukuran cukup besar (sekitar 1 – 2 cm), terutama pada penderita yang berusia muda karena payudara masih padat (dense).

USG (ultrasonografi) dan mamografi merupakan dua tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara. Keduanya merupakan tes yang saling melengkapi. Data yang didapat dari satu tes menjadi penunjang dari data yang didapat dari tes lainnya. Selain kedua tes tersebut, ada lagi teknologi modern lainnya, 3D Sonomammogram. Tes-tes ini dapat dilakukan setidaknya setahun sekali. Setiap wanita dapat mengikutsertakan pemeriksaan terhadap kondisi payudara dalam proses general check-up yang dilakukan setiap tahunnya.

 

dr. Diani Kartini, Sp. B (K) Onk

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi

RS Pondok Indah - Pondok Indah 

 

 

Berita Terkini
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis
Hindari Cedera Bahu Dan Kaki Akibat Olahraga

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 40