Menjaga Kesehatan Pernapasan
05 November 2018

Mendapat asupan oksigen yang sangat baik, sel kanker yang tumbuh di paru memiliki

tingkat perkembangan yang sangat cepat. Menghindari agar tidak sampai terjangkit kanker paru merupakan pilihan terbaik.

 

Bernapas merupakan salah satu kebutuhan primer manusia agar dapat bertahan hidup. Karenanya, menjaga kesehatan organ pernapasan merupakan hal yang tidak dapat ditolerir.

Sayangnya, lingkungan serta gaya hidup yang dijalani terkadang justru memberi dampak merugikan bagi kondisi organ pernapasan utama, yaitu paru. Bahaya penyakit punmengancam, termasuk kanker paru.

Secara garis besar, faktor risiko munculnya kanker paru dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu

Kebiasaan  buruk  (perokok  aktif  maupun  pasif  atau  bekerja  di  tempat  yang  mengandung  zat kimia yang bersifat terinspiratif/terhirup)

Genetik (memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker, tidak harus kanker paru).

Berada di jalur pernapasan, sel kanker di paru dapat berkembang dalam waktu yang sangat cepat.  Pasalnya, sel buruk ini berada di organ yang paling awal mendapat asupan oksigen—yang dibutuhkan untuk mengembangkan sel. Maka itu, penderita kanker paru memiliki angka harapan hidup yang kecil.

Terlebih, penyakit ini tidak menunjukkan gejala berarti di tahap awal, sehingga sulit sekali terdeteksi. Gejala biasanya baru muncul bila stadium telah lanjut. Gejala yang umumnya dirasakan adalah:

  • Batuk  berdarah (menandakan sel kanker sudah berada pada saluran pernapasan di paru),
  • Penurunan berat badan.
  • Sesak napas (karena volume paru mengecil akibat massa kanker itu sendiri atau timbul cairan (efusi pleura) yang mengisi rongga paru).

Menakutkan?  Memang. Karenanya, mencegah agar jangan sampai sel kanker tumbuh merupakan pilihan terbaik. Beberapa hal dapat dilakukan agar terhindar dari risiko tumbuhnya sel kanker paru.

  1. Hindari rokok. Bila masih merokok, ikuti tips berhenti merokok di klinik dokter spesialis paru dan pernapasan
  2. Menjalani pola hidup sehat, terutama tidak merokok.
  3. Gunakan masker jika bekerja di tempat berpolusi atau dengan paparan zat kimia yang terhirup. Penggunaan masker dapat mengurangi masuknya zat yang bersifat karsinogenik (memiliki bawaan untuk menjadi kanker).
  4. Jika memiliki faktor keturunan, lakukan deteksi dini dan rutin.
  5. Konsumsi makanan yang tinggi kandungan antioksidannya.
  6. Buat saluran udara di tempat dengan paparan zat kimia yang bersifat karsinogenik, dengan tetap menggunakan masker. 

Selain itu, pemeriksaan rutin pun merupakan tindakan preventif yang perlu dilakukan. Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa keberadaan sel kanker paru.

  1. Rontgen paru (foto toraks). Pemeriksaan ini dilakukan sekali setahun, terutama bagi perokok, perokok pasif atau pekerja dengan pajanan silika (tambang, semen, pabrik kaca, batubara, konstruksi, pajanan radon tinggi, dan lain-lain).
  2. CT-scan toraks. Pemeriksaan lebih lanjut jika didapat kecurigaan dari hasil rontgen.
  3. Biopsi. Pemeriksaan lanjutan untuk mencari jenis kanker paru.
  4. Jika hasil biopsi memastikan kecurigaan yang didapat merupakan kanker, dilakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis secara lengkap, menyangkut jenis kanker, stadium, serta kondisi pasien (performance status). Selain itu, dilakukan pula PET Scan untuk memastikan penyebaran sel kanker. Karena  biasanya kanker paru menyebar ke tulang, otak, dan liver, dilakukan pula scan tulang, scan otak, serta USG liver

Menjalani gaya hidup sehat, menjauhi faktor risiko, dan melakukan pemeriksaan rutin merupakan pilihan terbaik untuk terus menjaga kualitas hidup. Setelah terdiagnosis, terapi kanker paru tergantung pada jenis kanker dan stadium. Pengobatan kanker paru dapat berupa   bedah, radioterapi, kemoterapi, targeted therapy, dan immunotherapy.

Dalam diagnosis dan pemilihan terapi, dokter spesialis paru dan pernapasan akan memilihkan  terapi secara personalized therapy, sesuai dengan marker genetik  pasien, termasuk asuhan  paliatif, seperti tatalaksana nyeri, sesak, dan batuk untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker paru

dr. Budhi Antariksa, Sp. P (K), Ph.D

Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Asma dan Penyakit Paru Obstrutif Kronik

RS Pondok Indah – Puri Indah
Berita Terkini
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis
Hindari Cedera Bahu Dan Kaki Akibat Olahraga

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 40