Cegah Ketulian pada Si Kecil Akibat Bising
04 January 2019

Akhir pekan memang waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama buah hati Anda, misalnya dengan mengajaknya ke arena bermain di pusat pertokoan. Namun, ingat, jangan terlalu lama berada di sana. Tingkat kebisingan suara di arena tersebut bisa mengancam indera pendengaran si kecil.

Bising adalah suara yang mengganggu. Batas suara yang mengganggu adalah di atas 80 desibel (dB). Paparan bising yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan ketulian (tuli saraf). Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2011 tahun 2011, batas pajanan yang diperkenankan adalah 85 dB selama 8 jam per hari, 88 dB selama 4 jam, 91 dB selama 2 jam, 100 dB selama 15 menit, 115 db selama 28,12 detik. Semakin tinggi bising semakin pendek waktu yang diperkenankan untuk terkena paparan suara tersebut. 

Paparan bising pada fase akut dengan intensitas paparan di atas 140 dB, dapat menyebabkan trauma akustik segera dan seketika terjadi kurang pendengaran. Gangguan pendengaran akibat bising ini dikenal dalam dunia kedokteran dengan istilah Noise Induced Hearing Loss (NIHL). 

Intensitas bising dan waktu batas paparan

 

INTENSITAS BISING

WAKTU BATAS PAPARAN

85 Desibel (dB)

8 Jam/hari

88 dB

4 Jam/hari

91 dB

2 Jam/hari

94 dB

1 Jam/hari

97 dB

30  Menit/hari

100 dB

15  Menit/hari

103 dB

7,5  Menit/hari

106 dB

3,75  Menit/hari

109 dB

1,88  Menit/hari

112 dB

0,94  Menit/hari

115 dB

28,12 Detik/hari

118 dB

14,06 Detik/hari

121 dB

7,03  Detik/hari

124 dB

3,52  Detik/hari

127 dB

1,76  Detik/hari

130 dB

0,88  Detik/hari

133 dB

0,44  Detik/hari

136 dB

0,22  Detik/hari

139 dB

0,11 Detik/hari

       Sumber: Permenakertrans PER.13/MEN/X/2011

Jika terlalu lama dan sering terpapar intensitas bunyi yang melebihi batas aman, pendengaran si kecil dapat memburuk akibat kerusakan sel-sel rambut di koklea (rumah siput) telinga bagian dalam. Pada penelitian di Amerika, angka kejadiannya pada anak adalah 12,5 persen atau ada  5,2 juta anak yang mengalami gangguan pendengaran akibat bising.

Kebiasaan mengajak buah hati Anda ke arena bermain anak di pusat pertokoan, bioskop, konser-konser musik, mendengarkan televisi dengan suara kencang, mendengarkan film, games atau suara dari gawai (gadget) menggunakan headset atau earphone dalam jangka lama, dapat berisiko terhadap pendengaran anak di kemudian hari.

Sebagai contoh, arena bermain anak di pusat pertokoan bisa menghasilkan bising yang sekitar 90–100 dB. Dari data di atas, untuk suara 100 dB hanya dibolehkan 15 menit per hari. Namun yang terjadi, anak bermain di tempat tersebut lebih dari 15 menit. Ada baiknya waktu kunjung Anda dan si kecil ke tempat-tempat yang bising, lebih diperhatikan. Anda dapat mengukur level kebisingan (sound level) menggunakan aplikasi mobile di gawai Anda. 

Meningkatnya pemakaian headset atau earphone juga menjadi ancaman gangguan pendengaran pada anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa volume maksimum yang dapat dihasilkan dari alat-alat tersebut adalah mencapai 91–121 dB. Bila penggunaan alat tersebut mencapai volume maksimal, ditambah lagi bila waktu mendengar suara lebih lama, maka risiko gangguan pendengaran pun menjadi semakin besar. Cara menyiasatinya dengan membatasi volume saat mendengarkan. Volume ideal untuk mendengar suara dari gawai tersebut adalah 60 persen dari volume maksimum, dengan batas penggunaan yang dianjurkan maksimal selama 60 menit, selanjutnya harus istirahat dulu.  

Gejala gangguan pendengaran akibat bising

  • Berkurangnya kemampuan pendengaran
  • Menonton televisi dengan volume kencang
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  •  Kesulitan mendengar di tempat ramai
  • Bisa mendengar tapi kurang memahami pembicaraan 

Perlu diingat, gangguan pendengaran akibat bising tidak dapat diobati. Yuk, mulai sekarang saatnya lebih memperhatikan dan menyayangi indera pendengaran si kecil agar risiko anak mengalami ketulian lebih awal bisa dicegah.

 

dr. Hably Warganegara, Sp. THT-KL, MARS

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Berita Terkini
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 42