Varises Bukan Sekadar Tonjolan
25 February 2019

Varises kini dapat ditangani dengan tindakan invasif minimal yang minim rasa nyeri, minim risiko pendarahan, serta akurasi tindakan yang tinggi.

Mendengar varises, sepertinya banyak orang yang sudah tidak asing lagi. Bahkan, mungkin ada orang-orang di sekitar Anda, atau bahkan Anda sendiri, pernah mengalaminya. Sayang, tidak jarang orang menganggap remeh varises. Padahal, jika tidak segera ditangani dengan baik, penyakit ini dapat berdampak negatif pada organ tubuh lain.

Varises adalah kondisi ketika terjadinya pelebaran pada vena yang kemudian membuat vena berkelok-kelok. Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian tungkai. Penyakit ini terjadi karena kelemahan katup-katup pada vena. Pada vena, terdapat ratusan bahkan ribuan katup yang berfungsi membantu aliran darah untuk kembali ke jantung. Karena suatu kondisi, katup pada vena dapat mengeras sehingga membuat darah berkumpul di vena.

Kondisi yang membuat vena mengeras biasanya terjadi karena beberapa hal, seperti kelainan pembuluh darah (pengerasan), faktor usia, serta duduk atau berdiri yang terlalu lama. Pada kondisi awal, penderita varises akan mengalami beberapa gejala, seperti merasa pegal-pegal (biasanya di bagian belakang dengkul atau betis) yang kemudian berlanjut pada menonjolnya pembuluh darah serta munculnya gambaran seperti sarang laba-laba (spider veins).

Yang perlu diketahui, varises tidak sekadar menyebabkan gangguan pada penampilan penderitanya. Darah yang terperangkap di suatu area dapat membeku. Darah beku ini, jika terlepas dan ikut dalam aliran darah, akan dapat menyebabkan gangguan pada organ lain, terutama pada paru dan jantung. Bahkan, varises yang tidak segera ditangani pun dapat menyebabkan perdarahan spontan.

Agar terhindar dari varises

Selama menjaga asupan makanan yang dikonsumsi, beberapa kebiasaan juga dapat dilakukan agar terhindar dari varises.

  1. Ganti posisi setiap dua jam (baik duduk maupun berdiri) serta sempatkan untuk berjalan-jalan setidaknya selama sepuluh menit.
  2. Kurangi penggunaan high-heels.
  3. Gunakan pakaian yang nyaman, tidak terlalu ketat. 

Penanganan varises

Secara garis besar, ada dua metode untuk menangani varises: konservatif dan operasi. Penentuan metode mana yang digunakan tergantung pada kondisi varises yang dialami oleh seorang pasien. 

Konservatif

  1. Penggunaan stocking khusus untuk varises. Stocking yang ketat akan menimbulkan efek seperti dipijat pada kaki sehingga dapat membantu­ melancarkan peredaran darah.
  2. Saat beristirahat, buat posisi kaki agak tinggi untuk membantu aliran darah ke jantung.
  3. Hindari pemakaian high-heels. Disarankan menggunakan sepatu dengan jel di bagian solnya karena dapat membantu memompa aliran darah kembali ke jantung.
  4. Injeksi sclerosing agent. Tindakan ini dapat dilakukan jika varises terjadi di vena kecil. Gunanya untuk menyumbat aliran darah ke area varises.  

Operasi

Di masa lalu, ada dua jenis operasi yang biasa dilakukan untuk menangani varises, yaitu ligasi dan stripping. Keduanya memerlukan waktu tindakan yang lama serta dengan masa penyembuhan yang terbilang lama (pada stripping rasa nyeri bisa bertahan tiga hingga enam bulan). 

Teknologi terbaru memungkinkan dilakukannya tindakan invasif minimal untuk menangani varises, disebut ablasi (menggunakan laser atau radio frequency). Ablasi dengan laser dinilai lebih efektif karena risiko kembalinya varises setelah tindakan kurang dari tiga persen, dibanding dengan radio frequency yang mencapai di atas lima persen.

Ablasi dengan laser dilakukan dengan memasukkan laser fiber (seperti selang kecil) ke vena yang terdapat varises. Laser fiber ini kemudian akan melengketkan (menutup) vena dari dalam.

Tindakan ini pun hanya memerlukan bius lokal, meski ada pula pasien yang meminta dilakukan epidural. Setelah tindakan, bekas luka yang ditinggalkan seperti luka sehabis diinfus. 

Proses tindakan ablasi dengan laser biasanya memerlukan waktu satu jam untuk satu tungkai. Meski dapat dilakukan langsung pada kedua tungkai, disarankan untuk melakukannya pada waktu yang berbeda untuk memberi waktu observasi pada tindakan yang pertama. Penanganan varises dengan tindakan ablasi (laser) dapat dilakukan di RS Pondok Indah - Pondok Indah.

 

dr. Achmad Faisal, Sp. BTKV

Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular 

RS Pondok Indah – Pondok Indah

 

Berita Terkini
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 41