Terhindar dari Gangguan Asam Lambung
02 September 2019

Menjaga pola makan yang baik dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya GERD. Anda pun dapat beraktivitas tanpa adanya gangguan dari asam lambung berlebih.

Padatnya aktivitas harian kerap menyebabkan seseorang melewatkan waktu makan. Pola makan jadi tidak teratur. Kalaupun ada kesempatan untuk makan, porsi makanan yang dikon­sumsi langsung dalam jumlah banyak. Atau terkadang, di malam hari, akibat ter­lalu lelah beraktivitas seharian, sehabis makan langsung tidur. Jika berlangsung dalam waktu lama, pola makan yang tidak baik ini dapat menyebabkan gastroesopha­geal reflux disease (GERD).

GERD adalah penyakit yang ditimbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Di antara kerongkongan dan lambung, terdapat klep yang mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Tapi karena suatu kondisi, terjadi gangguan pada fungsi klep yang menyebabkan asam lambung (yang seharusnya berada di lambung) menjadi naik ke kerongkongan.

Selain pola makan yang tidak baik, beberapa faktor lain yang menjadi faktor risiko terjadinya GERD, yaitu:

  • merokok (meningkatkan asam lambung dan mengganggu fungsi klep antara kerongkongan dengan lambung);
  • konsumsi kafein dan makanan berle­mak secara berlebihan (termasuk di antaranya cokelat, produk hasil olahan susu (dairy products), durian, dan nangka);
  • obesitas; dan
  • psikologis (orang yang mudah cemas atau panic attack berisiko mengalami produksi asam lambung berlebihan atau bisa juga akibat stres).

Naiknya asam lambung ke kerongkongan dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti rasa terbakar di dada, nyeri dada, rasa tidak nyaman saat menelan makanan, rasa asam di mulut, merasa sesak seperti asma, rasa perih di perut, dan kadang menyebabkan sakit kepala.

 

FAST FACT

  1. Beri jeda makan dengan tidur setidaknya 2 – 3 jam.
  2. Naiknya asam lambung ke kerongkongan kerap terjadi di malam atau pagi hari (ketika perut kosong dalam waktu yang cukup lama).
  3. Menurut data, GERD paling banyak dialami oleh orang di usia produktif.
  4. Camilan bisa menjadi solusi ketika kita belum sempat makan, agar perut tidak dalam kondisi kosong dalam jangka waktu lama.
  5. Saat perut kosong, hindari mengonsumsi bahan makanan yang dapat menyebabkan produksi gas lambung berlebihan, termasuk dairy product (keju dan susu).

 

Bersikap tenang menjadi hal pertama yang perlu dilakukan ketika mengalami gejala-gejala seperti tadi. Ingat, stres akan meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, untuk penanganan sementara, obat-obatan seperti antacid atau sirup untuk pencernaan yang banyak dijual di pasaran bisa menjadi pilihan untuk per­tolongan pertama. Jika gejala terus berlanjut, segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan gas­troenterologi hepatologi.

GERD yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi tubuh, seperti:

  • Kejadian berulang yang bahkan lebih berat.
  • Batuk kronis (terjadi iritasi pada saluran napas bagian atas).
  • Luka di kerongkongan akibat iritasi yang menyebabkan gangguan nafsu makan (mual dan muntah).
  • Peradangan di pita suara (suara men­jadi serak).
  • Perubahan lapisan di kerongkongan yang bisa mengarah ke lesi pra-kanker.

Endoskopi merupakan pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa GERD (meski terkadang tidak diperlukan jika gejala yang timbul khas kasus GERD). Dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui mulut, dapat terlihat kondisi kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. Pemeriksaan endoskopi dapat dilakukan berulang jika ditemukan iritasi berat atau terjadi perubahan lapisan di kerongkongan.

Terapi penyembuhan GERD biasanya berlangsung selama satu hingga dua bulan. Penting bagi pasien untuk menja­lankannya dengan baik, sesuai dengan anjuran dokter agar GERD sembuh dengan total. Dan setelahnya, harus menjalani pola hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan GERD, agar penyakit ini tidak kembali.

 

dr. Hasan Maulahela, Sp. PD-KGEH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi

RS Pondok Indah – Pondok Indah

Berita Terkini
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 43