Epilepsi bukanlah penyakit menular yang bisa ditularkan antar orang. Namun, penyakit ini bisa diturunkan melalui faktor genetik. Cek informasi lengkapnya di sini!
Epilepsi adalah kondisi di mana seseorang mengalami kejang berulang. Kondisi ini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Kejang yang muncul berasal dari gangguan pada sel otak sehingga menyebabkan penderitanya kejang kelojotan dan kehilangan kesadaran.
Epilepsi tidak termasuk penyakit infeksi. Jadi, epilepsi bukanlah penyakit yang menular. Meski belum diketahui penyebab utamanya hingga saat ini, epilepsi diketahui terjadi akibat adanya aktivitas listrik abnormal pada sel otak yang memicu tubuh mengalami kejang bahkan sampai hilang kesadaran.
Sekitar 30-40% kasus epilepsi disebabkan oleh faktor keturunan. Jadi, orang tua atau kakek dan nenek dengan riwayat epilepsi, bisa menurunkan kondisi ini ke anak maupun cucunya. Risiko seseorang menderita epilepsi meningkat menjadi 2-4 kali lipat jika anggota keluarga menderita kondisi serupa.
Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kejang Epilepsi dan Perbedaannya
Ya, epilepsi bisa menjadi kondisi yang mematikan dan menyebabkan penderitanya kehilangan nyawa. Kejang yang terjadi saat tidur bisa menyebabkan penderitanya mengalami henti napas, yang dikenal dengan istilah apnea. Bila jeda ini berlangsung terlalu lama, penderita bisa kekurangan oksigen dalam darah.
Seorang penderita epilepsi juga bisa meninggal dalam keadaan lemas jika saluran napasnya tertutup atau terhambat. Kejang pun bisa menyebabkan detak jantung sangat lambat sehingga penderita penyakit ini kesulitan bernapas.
Oleh karena itu, penyakit epilepsi perlu mendapatkan penanganan dan pengobatan sedini mungkin. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala dan mengurangi kekambuhan kejang yang berbahaya.
Contohnya, mengalami kejang saat menyetir mobil atau motor, sedang berenang, mendaki gunung, atau melakukan olahraga ekstrim, seperti panjat tebing.
Munculnya kejang secara tiba-tiba tanpa pendampingan dari orang yang mengetahui bahwa Anda mengidap epilepsi justru bisa mencelakai, bahkan membahayakan nyawa. Misalnya, kejang muncul saat menyetir bisa menyebabkan Anda mengalami kecelakaan atau kejang muncul saat berenang bisa menyebabkan Anda tenggelam, bahkan meninggal.
Untuk itu, sangat penting menjalani konsultasi dengan dokter spesialis neurologi di RS Pondok Indah cabang terdekat bila Anda memiliki gejala penyakit epilepsi atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Walau tidak bisa disembuhkan, pengobatan sedini mungkin bisa meringankan gejala epilepsi serta mengontrol kekambuhan kejang yang mungkin muncul kapan saja.
Baca juga: Kenali Gejala Awal Kanker Otak Sebelum Semakin Parah
Melihat seseorang mengalami kejang mungkin bisa membuat Anda panik. Namun, berusahalah tetap tenang dan lakukan pertolongan pertama epilepsi, seperti berikut ini:
Baca juga: Jangan Sampai Epilepsi Mengganggu Perkembangan Si Buah Hati
Epilepsi memang bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Namun, kekambuhan kejang yang dialami oleh penderita bisa dikontrol dengan baik setelah mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat dari dokter spesialis neurologi. Berikut ini adalah beberapa terapi epilepsi yang akan dokter lakukan, yaitu:
Berdasarkan penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular melalui kontak fisik. Namun, seseorang bisa berisiko tinggi mengalami penyakit ini apabila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat epilepsi.
Epilepsi perlu ditangani dengan tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi, bahkan kematian. Jadi, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis neurologi di RS Pondok Indah cabang terdekat jika memiliki riwayat keluarga yang mengidap epilepsi atau mengalami kejang tanpa sebab yang jelas.
Baca juga: Multiple Sclerosis: Penyakit Autoimun yang Merusak Saraf
Penyebab orang terkena epilepsi bervariasi, termasuk faktor genetik, cedera otak, kerusakan otak, infeksi (seperti meningitis), tumor otak, atau kelainan perkembangan otak. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan atau paparan racun tertentu juga bisa menyebabkan epilepsi. Namun, pada beberapa kasus, penyebab spesifik epilepsi sulit ditentukan.
Penderita epilepsi disarankan untuk menghindari berbagai pemicu yang dapat memicu kejang, seperti:
Selain itu, kejang epilepsi juga berpotensi terjadi kapan saja dan membahayakan penderita. Oleh sebab itu, penderita epilepsi sebisa mungkin memperhatikan lingkungan sekitar dan menghindari situasi berbahaya, seperti berenang tanpa pengawasan.
Kekambuhan epilepsi dapat dipicu oleh banyak hal, seperti:
Pemicu kejang epilepsi dapat berbeda-beda bagi setiap individu. Untuk dapat mengelola kondisi Anda dengan lebih baik, konsultasikanlah dengan dokter spesialis neurologi.
Penyakit epilepsi dapat diterapi agar gejalanya lebih terkontrol. Namun sayangnya, epilepsi tidak selalu bisa disembuhkan sepenuhnya. Kebanyakan penderita epilepsi dapat hidup normal bebas kejang dengan terapi obat yang tepat. Namun, bila obat-obatan kurang efektif, dokter spesialis neurologi mungkin menyarankan metode terapi yang lain, termasuk pembedahan.
Terapi epilepsi meliputi beberapa pendekatan untuk mengontrol kejang, yakni:
Selain itu, terapi psikologis, seperti konseling, juga dapat mendukung kesehatan mental penderita epilepsi.
Referensi: