Sinusitis adalah kondisi pembengkakan selaput lendir sinus sehingga pernapasan udara menjadi terhambat. Sinusitis dapat berobat ke spesialis THT atau Saraf.
Pernahkah Anda merasakan pilek disertai sakit kepala yang sering kambuh? Atau Anda mengalami hidung tersumbat maupun meler, tetapi tidak sedang flu? Mungkin kondisi ini merupakan pertanda bahwa Anda mengalami sinusitis.
Sinusitis mirip dengan flu, yang bila tidak diobati secara tepat dapat menyebabkan komplikasi dan membahayakan kesehatan Anda.
Sinus adalah rongga yang terbentuk di tulang tengkorak Anda yang berfungsi sebagai bagian resonasi suara. Dalam kondisi normal, sinus berisikan udara. Sinus yang letaknya berhubungan dengan hidung disebut sinus paranasal.
Baca juga: Batuk, Kondisi yang Mengganggu Meski tidak Selalu Mengancam
Sinusitis adalah peradangan pada selaput yang melapisi rongga dalam tengkorak. Kondisi ini kemudian menyebakan pembengkakan pada selaput lendir sinus dan sekitarnya. Normalnya, sinus hanya berisikan udara, tetapi karena terjadi perdangan, udara menjadi terhambat karena adanya pembengkakan selaput.
Selain pembengkakan, peradangan pada selaput sinus akan menyebabkan peningkatan produksi lendir, sehingga menumpuk di rongga sinus. Penumpukan lendir ini akan menjadi media pertumbuhan kuman, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Kondisi ini lah yang kemudian dikenal dengan sinusitis.
Sinusitis dapat terjadi di mana saja sinus berada. Ada beberapa letak sinus yang ada di area wajah, yaitu:
Sinusitis yang sering dijumpai adalah sinusitis yang disebabkan oleh penyakit hidung (rhinosinusitis). Selain itu ada juga sinusitis yang disebabkan oleh kondisi gigi, yaitu kondisi rahang atas yang akar giginya menembus dasar sinus maksilaris.
Biasanya gigi premolar (geraham depan) atau gigi taring atas, disebut dengan sinusitis dentogen.
Berdasarkan lamanya infeksi terjadi, sinusitis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sinusitis akut dan sinusitis kronis. Kedua jenis sinusitis ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:
Baca juga: Mendengkur Bukan Berarti Tidur Pulas Melainkan Sumbatan Jalan Napas
Sinusitis bisa saja menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang. Umumnya beberapa gejala yang menandakan Anda mengalami sinusitis, antara lain:
Anda yang menderita alergi, akan memiliki risiko lebih tinggi mengalami sinusitis. Alergi yang menunjukkan gejala pada hidung ditandai dengan gejala bersin, hidung tersumbat, hidung terasa gatal, dan pilek. Meski terkesan aman, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi pada mereka yang memiliki risiko, maupun pada mereka yang tidak mendapatkan penanganan dengan tepat.
Penyakit berbahaya yang merupakan komplikasi dari sinusitis, meliputi meningitis, abses otak, infeksi tulang, dan sebagainya. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher, bila Anda mengalami keluhan yang menyerupai gejala sinusitis. Apalagi bila terjadi beberapa gejala sekaligus dan sudah berlangsung selama lebih dari 10 hari, bahkan gejala makin parah.
Baca juga: Jadwal Dokter Spesialis THT Jakarta dan Tangerang
Penanganan sinusitis dapat dilakukan dengan berkunjung ke dokter dan juga dengan penanganan mandiri di rumah dalam waktu bersamaan.
Apabila tidak mengganggu aktivitas, penderitanya dapat mencoba beberapa penanganan mandiri untuk meredakan gejala sinusitis. Penanganan mandiri yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut ini:
Bila keluhan tidak membaik setelah melakukan penanganan mandiri selama 3 hari, sebaiknya jangan menunda untuk periksa ke dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan akan dilakukan beberapa pemeriksaan terkait sinusitis yang Anda alami. Beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis sinusitis yang biasa dilakukan, antara lain:
Pengobatan sinusitis dari dokter meliputi peresepan obat antibiotik, obat pilek, obat pengencer lendir, dan cairan untuk bilas hidung, sesuai dengan keluhan yang Anda alami. Bila terapi yang diberikan dokter tidak kunjung mengurangi keluhan, dokter akan mempertimbangkan operasi. Tindakan operasi sinus dapat dilakukan dengan cara FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery).
Namun, penanganan sinusitis dentogen biasanya juga melibatkan penanganna dari dokter gigi, karena posisi sinus yang dekat dengan lokasi gigi. Nantinya dokter gigi akan mencabut gigi yang menjadi penyebab sinusitis. Selain itu, saluran antara gigi dan sinus akan ditutup, serta sinus harus dibersihkan melalui tindakan operasi.
Baca juga: Penanganan Nyaman, Sinusitis Hilang
Sinusitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan hidung, yang dilakukan dengan mencuci hidung secara berkala, mengobati flu hingga tuntas, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Selain itu mari lakukan beberapa langkah berikut ini:
Pada dasarnya pencegahan sinusitis dapat dimulai dengan menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan diri, agar tidak mudah terserang flu. Apabila Anda mengalami gejala sinusitis yang semakin berat, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher di RS Pondok Indah cabang terdekat untuk mendapat penanganan yang sesuai.
Sinusitis bisa sembuh, terutama jika ditangani dengan tepat. Pengobatan biasanya melibatkan penggunaan dekongestan, antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dan perawatan lainnya seperti irigasi hidung atau penggunaan kortikosteroid. Sinusitis akut sering sembuh dalam beberapa minggu, sementara sinusitis kronis mungkin memerlukan perawatan lebih lama, tetapi tetap bisa dikelola dan sembuh dengan pengobatan yang sesuai.
Tidak, sinusitis tidak menular. Sinusitis adalah peradangan atau infeksi pada sinus yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi. Meskipun infeksi virus yang menyebabkan gejala seperti pilek bisa menular, peradangan sinus itu sendiri tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain.
Sinusitis akut biasanya sembuh total dalam 2 hingga 4 minggu dengan pengobatan yang tepat, sementara sinusitis kronis dapat memerlukan waktu lebih lama, hingga 12 minggu atau lebih. Waktu penyembuhan juga tergantung pada keparahan infeksi dan respon terhadap pengobatan.
Jika terkena sinusitis, segera istirahat yang cukup dan minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir. Gunakan dekongestan atau irigasi hidung dengan larutan saline untuk meredakan gejala. Jika gejala berlanjut lebih dari 10 hari atau semakin parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan tambahan.