Oleh Tim RS Pondok Indah
Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat. Meski tidak bisa disembuhkan, pengobatan yang tepat bisa mengontrol kondisi ini.
Normalnya, sistem kekebalan tubuh seseorang mampu menjaga tubuh dari paparan kuman penyebab penyakit. Namun, ada satu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan justru menyerang mielin yakni lapisan lemak yang melindungi sel saraf. Kondisi inilah yang dikenal dengan multiple sclerosis.
Kerusakan mielin atau selubung sel saraf akan menyebabkan terbentuknya jaringan parut, yang dikenal dengan sklerosis. Munculnya sklerosis menyebabkan saraf tidak bisa menghantarkan listrik secara normal dari dan ke otak. Akibatnya, beberapa bagian tubuh akan kehilangan fungsinya, seperti gangguan pada fungsi penglihatan, menulis, berbicara, maupun berjalan.
Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun di mana sistem imun tubuh keliru menyerang sistem saraf pusat, baik di otak maupun sumsum tulang belakang. Kondisi ini mengakibat penderitanya kesulitan melakukan banyak hal, meliputi berbicara, melihat, maupun berjalan.
Sayangnya, penyakit autoimun ini bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Namun, penyakit ini tetap perlu ditangani sedini mungkin. Sebab dengan pengobatan yang tepat, keparahan multiple sclerosis bisa dicegah, sehingga fungsi tubuh tetap terjaga dan penderitanya bisa beraktivitas tanpa adanya keterbatasan.
Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kejang Epilepsi dan Perbedaannya
Gejala multiple sclerosis dapat bervariasi. Artinya, tidak semua penderita penyakit ini mengalami gejala yang sama. Gejala juga dapat berubah seiring dengan berkembangnya keparahan penyakit ini, serta serabut saraf yang terdampak.
Adapun gejala umum penyakit multiple sclerosis yang sering dikeluhkan oleh penderitanya adalah sebagai berikut ini:
Jika Anda atau orang terkasih mengalami keluhan yang menyerupai gejala multiple sclerosis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi. Sebab, semakin dini penyakit ini dideteksi dan ditangani, semakin baik juga upaya penanganan yang dilakukan oleh dokter. Dengan demikian, keparahan kondisi bisa dicegah, sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga.
Baca juga: Kenali Jenis Sakit Kepala Anda
Berdasarkan pola kekambuhan dan keparahan gejalanya, multiple sclerosis dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
Jenis multiple sclerosis ini adalah yang paling banyak terjadi. Biasanya, gejala akan muncul pertama kali di usia 20-an dan akan terjadi fase kambuh yang diikuti dengan remisi dari waktu ke waktu. Tidak ada perbaikan kondisi penyakit selama masa remisi. Pasien hanya tidak akan mengalami gejala selama masa ini.
Secondary progressive multiple sclerosis merupakan perkembangan dari jenis multiple sclerosis sebelumnya. Gejala akan semakin memburuk tanpa ada periode remisi. Jenis multiple sclerosis ini mengakibatkan fungsi saraf semakin menurun.
Jenis multiple sclerosis ini cukup langka, hanya sekitar 10% penderita yang menderita kondisi ini. Penderitanya akan mengalami gejala yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Tidak ada serangan atau kekambuhan yang jelas, dan tidak ada fase remisi.
Pengobatan yang akan diberikan oleh dokter untuk mengatasi primary progressive multiple sclerosis pun umumnya tidak banyak memberikan perubahan.
Baca juga: Kenali Cephalgia (Sakit Kepala) dan Cara Mengatasinya
Penyebab multiple sclerosis tidak diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang, bahkan menghancurkan, mielin yang melapisi dan melindungi serabut saraf di otak juga sumsum tulang belakang.
Ketika mielin rusak, saraf jadi kesulitan untuk menerima juga mengirimkan sinyal atau pesan ke otak. Akibatnya, tubuh jadi kehilangan fungsinya, baik untuk melihat, berbicara, atau berjalan.
Tidak ada yang mengetahui kenapa penyakit multiple sclerosis bisa muncul. Kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan diduga bisa meningkatkan seseorang mengidap penyakit ini, sekaligus memicu kekambuhan gejala multiple sclerosis.
Selain karena sistem imun tubuh yang menyerang mielin, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami multiple sclerosis, yaitu:
Bagi Anda yang memiliki risiko tinggi mengalami multiple sclerosis, karena memiliki faktor risiko di atas, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis neurologi di RS Pondok Indah cabang terdekat. Melalui konsultasi, dokter bisa melakukan evaluasi sekaligus memberikan pengobatan yang sesuai, sedini mungkin.
Baca juga: Tumor Otak, Kenali dan Tangani Sedini Mungkin
Bagi penderita multiple sclerois atau bagi Anda yang mencurigai diri mengalami kondisi ini, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis neurologi bila mengalami gejala berikut ini:
Baca juga: Kenali Gejala Sakit Kepala, Tangani dengan Tepat
Untuk menegakkan diagnosa, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami oleh pasien, riwayat penyakit yang diderita pasien, serta riwayat penyakit keluarga. Dari hasil tanya jawab tersebut, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan neurologis.
Selanjutnya dokter akan memastikan diagnosa dengan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti di bawah ini:
Pada dasarnya tidak ada tes spesifik yang langsung bisa memastikan seseorang mengidap penyakit multiple sclerosis. Diagnosis yang dilakukan oleh dokter bertujuan untuk menyingkirkan dugaan adanya penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala yang serupa dengan penyakit multiple sclerosis.
Meski begitu, pemeriksaan sedini mungkin sangat penting untuk dilakukan agar penyakit ini bisa dikontrol dengan baik dan mencegah penyakit multiple sclerosis berkembang menjadi lebih parah.
Baca juga: Penyebab Sering Sakit Kepala
Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan multiple sclerosis. Pengobatan yang diberikan oleh dokter berfokus untuk mengelola gejala yang muncul, mempercepat pemulihan ketika gejala kambuh, mengurangi kekambuhan, serta memperlambat penyakit ini berkembang jadi lebih parah.
Berikut ini adalah pengobatan multiple sclerosis yang dilakukan oleh dokter:
Baca juga: Aneurisma Otak, Bom yang Tidak Selalu Disadari Kehadirannya
Jika tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin dan tidak dikontrol dengan baik, multiple sclerosis dapat menimbulkan berbagai komplikasi, yaitu:
Baca juga: Apakah Penderita Meningitis Bisa Sembuh? Mengetahui Pengobatan untuk Meningitis
Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang tidak diketahui penyebab pastinya. Dengan demikian, tidak ada upaya yang benar-benar efektif untuk mencegah terjadinya penyakit ini.
Namun, apabila Anda memiliki riwayat penyakit ini di dalam keluarga, cobalah untuk melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan mutasi genetik yang mungkin bisa menyebabkan multiple sclerosis.
Selain itu, memahami berbagai faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini juga bisa menghindarkan Anda dari risiko mengidap penyakit multiple sclerosis.
Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan:
Deteksi dini penyakit multiple sclerosis sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan lebih cepat. Sehingga penyakit ini bisa dikontrol dengan baik oleh dokter dan kekambuhannya pun bisa dicegah.
Oleh sebab itu, jangan tunda pemeriksaan ke dokter spesialis neurologi di RS Pondok Indah apabila Anda memiliki riwayat penyakit keturunan multiple sclerosis atau mengalami keluhan yang mirip dengan gejala penyakit ini. Pengobatan dan rehabilitasi yang sesuai sangat penting untuk mendukung aktivitas Anda sehari-hari.
Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Demensia
Penderita multiple sclerosis (MS) sering mengalami kesulitan berjalan karena penyakit ini merusak mielin dan mengganggu proses penyaluran sinyal saraf yang diperlukan untuk koordinasi gerakan tubuh. Dalam kebanyakan kasus, spastisitas atau kekakuan otot juga dapat menyebabkan kesulitan berjalan pada penderita.
Penderita multiple sclerosis (MS) mengalami kesulitan mengontrol gerakan anggota tubuh karena kerusakan mielin mengganggu alur komunikasi antara otak dan anggota tubuh. Akibatnya, terjadi disfungsi neurologis yang menyebabkan penderita MS mengalami tremor, kelemahan otot, bahkan kehilangan kontrol motorik.
Tidak hanya demikian, penyakit autoimun ini juga dapat memengaruhi persepsi sensorik penderita, sehingga penderita kesulitan merasakan posisi dan mengontrol gerakan mereka dengan baik.
Multiple sclerosis tidak dianggap sebagai penyakit yang mematikan. Akan tetapi, tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang berdampak negatif pada kualitas dan harapan hidup penderitanya.
Wanita memiliki risiko lebih besar terkena multiple sclerosis dibandingkan pria. Penyebab pasti belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor hormonal diduga memengaruhi tingginya risiko multiple sclerosis pada wanita.
Referensi: