Multiple Sclerosis: Penyakit Autoimun yang Merusak Saraf 

Oleh Tim RS Pondok Indah

Kamis, 13 Maret 2025

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat. Meski tidak bisa disembuhkan, pengobatan yang tepat bisa mengontrol kondisi ini.

Multiple Sclerosis: Penyakit Autoimun yang Merusak Saraf 

Normalnya, sistem kekebalan tubuh seseorang mampu menjaga tubuh dari paparan kuman penyebab penyakit. Namun, ada satu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan justru menyerang mielin yakni lapisan lemak yang melindungi sel saraf. Kondisi inilah yang dikenal dengan multiple sclerosis. 


Kerusakan mielin atau selubung sel saraf akan menyebabkan terbentuknya jaringan parut, yang dikenal dengan sklerosis. Munculnya sklerosis menyebabkan saraf tidak bisa menghantarkan listrik secara normal dari dan ke otak. Akibatnya, beberapa bagian tubuh akan kehilangan fungsinya, seperti gangguan pada fungsi penglihatan, menulis, berbicara, maupun berjalan.


Apa Itu Multiple Sclerosis?

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun di mana sistem imun tubuh keliru menyerang sistem saraf pusat, baik di otak maupun sumsum tulang belakang. Kondisi ini mengakibat penderitanya kesulitan melakukan banyak hal, meliputi berbicara, melihat, maupun berjalan.


Sayangnya, penyakit autoimun ini bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Namun, penyakit ini tetap perlu ditangani sedini mungkin. Sebab dengan pengobatan yang tepat, keparahan multiple sclerosis bisa dicegah, sehingga fungsi tubuh tetap terjaga dan penderitanya bisa beraktivitas tanpa adanya keterbatasan.


Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kejang Epilepsi dan Perbedaannya



Gejala Multiple Sclerosis

Gejala multiple sclerosis dapat bervariasi. Artinya, tidak semua penderita penyakit ini mengalami gejala yang sama. Gejala juga dapat berubah seiring dengan berkembangnya keparahan penyakit ini, serta serabut saraf yang terdampak.


Adapun gejala umum penyakit multiple sclerosis yang sering dikeluhkan oleh penderitanya adalah sebagai berikut ini:


  • Kesemutan, kebas, baal, atau mati rasa
  • Adanya rasa nyeri yang dirasakan seperti sensasi sengatan di leher ketika bergerak (Lhermitte), misalnya ketika menekuk leher ke depan atau menunduk
  • Koordinasi tubuh berkurang
  • Sulit berjalan, bahkan tidak bisa berjalan sama sekali
  • Sulit menjaga keseimbangan tubuh
  • Tubuh jadi lemah
  • Sulit melihat atau kehilangan penglihatan sebagian bahkan seluruhnya (buta)
  • Sakit ketika menggerakkan mata
  • Penglihatan ganda atau penglihatan jadi buram kabur
  • Vertigo
  • Pelafalan tidak jelas, pelo, maupun gangguan berbicara yang lain
  • Perubahan suasana hati
  • Mudah lupa atau mengalami gangguan ingatan
  • Gangguan seksual
  • Gangguan berkemih, masalah pada kandung kemih
  • Tubuh terasa sangat lelah tanpa sebab yang jelas


Jika Anda atau orang terkasih mengalami keluhan yang menyerupai gejala multiple sclerosis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi. Sebab, semakin dini penyakit ini dideteksi dan ditangani, semakin baik juga upaya penanganan yang dilakukan oleh dokter. Dengan demikian, keparahan kondisi bisa dicegah, sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga.


Baca juga: Kenali Jenis Sakit Kepala Anda


Jenis Multiple Sclerosis

Berdasarkan pola kekambuhan dan keparahan gejalanya, multiple sclerosis dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:


1. Relapsing-Remitting Multiple Sclerosis

Jenis multiple sclerosis ini adalah yang paling banyak terjadi. Biasanya, gejala akan muncul pertama kali di usia 20-an dan akan terjadi fase kambuh yang diikuti dengan remisi dari waktu ke waktu. Tidak ada perbaikan kondisi penyakit selama masa remisi. Pasien hanya tidak akan mengalami gejala selama masa ini.


2. Secondary Progressive Multiple Sclerosis

Secondary progressive multiple sclerosis merupakan perkembangan dari jenis multiple sclerosis sebelumnya. Gejala akan semakin memburuk tanpa ada periode remisi. Jenis multiple sclerosis ini mengakibatkan fungsi saraf semakin menurun.


3. Primary Progressive Multiple Sclerosis

Jenis multiple sclerosis ini cukup langka, hanya sekitar 10% penderita yang menderita kondisi ini. Penderitanya akan mengalami gejala yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Tidak ada serangan atau kekambuhan yang jelas, dan tidak ada fase remisi. 


Pengobatan yang akan diberikan oleh dokter untuk mengatasi primary progressive multiple sclerosis pun umumnya tidak banyak memberikan perubahan. 


Baca juga: Kenali Cephalgia (Sakit Kepala) dan Cara Mengatasinya


Penyebab Multiple Sclerosis

Penyebab multiple sclerosis tidak diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang, bahkan menghancurkan, mielin yang melapisi dan melindungi serabut saraf di otak juga sumsum tulang belakang.


Ketika mielin rusak, saraf jadi kesulitan untuk menerima juga mengirimkan sinyal atau pesan ke otak. Akibatnya, tubuh jadi kehilangan fungsinya, baik untuk melihat, berbicara, atau berjalan.

Tidak ada yang mengetahui kenapa penyakit multiple sclerosis bisa muncul. Kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan diduga bisa meningkatkan seseorang mengidap penyakit ini, sekaligus memicu kekambuhan gejala multiple sclerosis.


Faktor Risiko Multiple Sclerosis

Selain karena sistem imun tubuh yang menyerang mielin, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami multiple sclerosis, yaitu:


  • Berusia 20-40 tahuni
  • Berjenis kelamin perempuan
  • Faktor genetik, termasuk memiliki keluarga yang menderita kondisi serupa
  • Mengalami infeksi tertentu, terutama infeksi virus Epstein-Barr
  • Tinggal di wilayah beriklim sedang atau di negara 4 musim
  • Kurang paparan sinar matahari atau kekurangan kadar vitamin D dalam darah
  • Kegemukan, bahkan mengalami obesitas
  • Mengidap penyakit autoimun
  • Memiliki kebiasaan merokok


Bagi Anda yang memiliki risiko tinggi mengalami multiple sclerosis, karena memiliki faktor risiko di atas, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis neurologi di RS Pondok Indah cabang terdekat. Melalui konsultasi, dokter bisa melakukan evaluasi sekaligus memberikan pengobatan yang sesuai, sedini mungkin.


Baca juga: Tumor Otak, Kenali dan Tangani Sedini Mungkin


Kapan Harus ke Dokter?

Bagi penderita multiple sclerois atau bagi Anda yang mencurigai diri mengalami kondisi ini, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis neurologi bila mengalami gejala berikut ini:


  • Terlalu sensitif terhadap panas
  • Merasa tidak stabil atau sulit menjaga keseimbangan tubuh
  • Sulit untuk mengingat
  • Mati rasa atau kesemutan, khususnya di lengan atau kaki
  • Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba
  • Mengalami kelemahan pada tangan atau kaki


Baca juga: Kenali Gejala Sakit Kepala, Tangani dengan Tepat



Diagnosis Multiple Sclerosis

Untuk menegakkan diagnosa, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami oleh pasien, riwayat penyakit yang diderita pasien, serta riwayat penyakit keluarga. Dari hasil tanya jawab tersebut, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan neurologis.


Selanjutnya dokter akan memastikan diagnosa dengan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti di bawah ini:


  • Tes darah, untuk menyingkirkan dugaan penyakit lain yang mirip dengan multiple sclerosis, seperti lupus
  • Tes neuropsikologis, untuk mengetahui fungsi kognitif, emosional, dan perilaku pasien
  • Tomografi koherensi optik, tes menggunakan gelombang cahaya untuk mengetahui gangguan pada mata, seperti adanya kerusakan pada serabut saraf retina
  • Evoked potentials test, untuk mengetahui adanya hambatan dalam mengirim pesan di berbagai bagian otak
  • MRI, untuk mengetahui gangguan yang ada di otak dan sumsum tulang belakang
  • Lumbal pungsi (spinal tap), pengambilan sampel cairan tulang belakang untuk mengetahui perubahan antibodi yang terkait multiple sclerosis


Pada dasarnya tidak ada tes spesifik yang langsung bisa memastikan seseorang mengidap penyakit multiple sclerosis. Diagnosis yang dilakukan oleh dokter bertujuan untuk menyingkirkan dugaan adanya penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala yang serupa dengan penyakit multiple sclerosis.


Meski begitu, pemeriksaan sedini mungkin sangat penting untuk dilakukan agar penyakit ini bisa dikontrol dengan baik dan mencegah penyakit multiple sclerosis berkembang menjadi lebih parah.


Baca juga: Penyebab Sering Sakit Kepala


Pengobatan Multiple Sclerosis

Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan multiple sclerosis. Pengobatan yang diberikan oleh dokter berfokus untuk mengelola gejala yang muncul, mempercepat pemulihan ketika gejala kambuh, mengurangi kekambuhan, serta memperlambat penyakit ini berkembang jadi lebih parah.


Berikut ini adalah pengobatan multiple sclerosis yang dilakukan oleh dokter:


Pengobatan untuk meredakan gejala 

  • Pemberian obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan saraf yang bisa memperburuk perkembangan penyakit ini
  • Terapi plasma, yakni tindakan membuang plasma darah dalam tubuh pasien dengan alat khusus untuk kemudian digantikan dengan cairan infus khusus, seperti albumin.
  • Terapi fisik atau fisioterapi, latihan pada sesi fisioterapi berfungsi untuk memperkuat otot-otot tubuh dan meningkatkan mobilitas sehingga pasien bisa berjalan maupun melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
  • Pemberian obat-obatan tertentu untuk mengatasi gejala yang dialami pasien, seperti relaksan otot ketika otot kejang atau kaku, obat untuk mengurangi kelelahan, obat untuk meningkatkan kecepatan berjalan, obat untuk mengatasi insomnia, serta obat antidepresi


Pengobatan untuk mencegah kekambuhan 

  • Pemberian suntik interferon beta bisa dilakukan utnuk mengurangi frekuensi kekambuhan serta keparahan gejala ketika penyakit multiple sclerosis kambuh
  • Pemberian obat fingolimod untuk mengurangi kekambuhan


Baca juga: Aneurisma Otak, Bom yang Tidak Selalu Disadari Kehadirannya


Komplikasi Multiple Sclerosis

Jika tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin dan tidak dikontrol dengan baik, multiple sclerosis dapat menimbulkan berbagai komplikasi, yaitu:


  • Depresi
  • Mood swing
  • Kejang otot atau kekakuan otot
  • Kelemahan tubuh atau kelumpuhan pada tangan atau kaki
  • Gangguan pada saluran kemih, termasuk kandung kemih
  • Gangguan pada saluran cerna
  • Gangguan fungsi seksual
  • Masalah dengan pemikiran dan ingatan


Baca juga: Apakah Penderita Meningitis Bisa Sembuh? Mengetahui Pengobatan untuk Meningitis


Pencegahan Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang tidak diketahui penyebab pastinya. Dengan demikian, tidak ada upaya yang benar-benar efektif untuk mencegah terjadinya penyakit ini.


Namun, apabila Anda memiliki riwayat penyakit ini di dalam keluarga, cobalah untuk melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan mutasi genetik yang mungkin bisa menyebabkan multiple sclerosis.

Selain itu, memahami berbagai faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini juga bisa menghindarkan Anda dari risiko mengidap penyakit multiple sclerosis.


Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan:


  • Mencukupi kebutuhan kadar vitamin D dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D, sering berjemur, serta mengonsumsi suplemen vitamin D yang diresepkan oleh dokter
  • Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal
  • Berhenti merokok, serta sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok
  • Kelola stres dengan baik
  • Konsumsi makanan bergizi agar tubuh tidak kekurangan gizi dan berat badan ideal tetap terjaga


Deteksi dini penyakit multiple sclerosis sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan lebih cepat. Sehingga penyakit ini bisa dikontrol dengan baik oleh dokter dan kekambuhannya pun bisa dicegah.


Oleh sebab itu, jangan tunda pemeriksaan ke dokter spesialis neurologi di RS Pondok Indah apabila Anda memiliki riwayat penyakit keturunan multiple sclerosis atau mengalami keluhan yang mirip dengan gejala penyakit ini. Pengobatan dan rehabilitasi yang sesuai sangat penting untuk mendukung aktivitas Anda sehari-hari.


Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Demensia



FAQ


Mengapa Penderita Multiple Sclerosis Kesulitan Berjalan?

Penderita multiple sclerosis (MS) sering mengalami kesulitan berjalan karena penyakit ini merusak mielin dan mengganggu proses penyaluran sinyal saraf yang diperlukan untuk koordinasi gerakan tubuh. Dalam kebanyakan kasus, spastisitas atau kekakuan otot juga dapat menyebabkan kesulitan berjalan pada penderita.


Mengapa Penderita Multiple Sclerosis Kesulitan Mengontrol Gerakan Anggota Tubuhnya?

Penderita multiple sclerosis (MS) mengalami kesulitan mengontrol gerakan anggota tubuh karena kerusakan mielin mengganggu alur komunikasi antara otak dan anggota tubuh. Akibatnya, terjadi disfungsi neurologis yang menyebabkan penderita MS mengalami tremor, kelemahan otot, bahkan kehilangan kontrol motorik.


Tidak hanya demikian, penyakit autoimun ini juga dapat memengaruhi persepsi sensorik penderita, sehingga penderita kesulitan merasakan posisi dan mengontrol gerakan mereka dengan baik.


Apakah Multiple Sclerosis Mematikan?

Multiple sclerosis tidak dianggap sebagai penyakit yang mematikan. Akan tetapi, tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang berdampak negatif pada kualitas dan harapan hidup penderitanya.


Mengapa Wanita Memiliki Risiko Lebih Besar Terkena MS?

Wanita memiliki risiko lebih besar terkena multiple sclerosis dibandingkan pria. Penyebab pasti belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor hormonal diduga memengaruhi tingginya risiko multiple sclerosis pada wanita.



Referensi:

  1. Haki M, Al-Biati HA, et al,. Review of multiple sclerosis: Epidemiology, etiology, pathophysiology, and treatment. Medicine. 2024. (https://journals.lww.com/md-journal/fulltext/2024/02230/review_of_multiple_sclerosis__epidemiology,.15.aspx?context=latestarticles). Diakses pada 21 Februari 2025.
  2. Dighriri IM, Aldalbahi AA, et al,. An overview of the history, pathophysiology, and pharmacological interventions of multiple sclerosis. Cureus. 2023.(https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9888604/). Diakses pada 21 Februari 2025.
  3. Cleveland Clinic. Immune System. (https://my.clevelandclinic.org/health/body/21196-immune-system). Direvisi terakhir 20 Oktober 2023. Diakses pada 21 Februari 2025.
  4. Johns Hopkins Medicine. Multiple Sclerosis (MS). (https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/multiple-sclerosis-ms). Diakses pada 21 Februari 2025.
  5. Mayo Clinic. Multiple sclerosis. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/multiple-sclerosis/symptoms-causes/syc-20350269). Direvisi terakhir 1 November 2024. Diakses pada 21 Februari 2025.