Mengenal DEXA Scan, Pengukuran Kepadatan Tulang dan Komposisi Lemak Serta Otot yang Akurat

Oleh Tim RS Pondok Indah

Selasa, 07 April 2026

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

DEXA scan digunakan untuk mengukur kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot tubuh. Prosedur ini berlangsung singkat dengan akurasi tinggi. Simak selengkapnya!  

Mengenal DEXA Scan, Pengukuran Kepadatan Tulang dan Komposisi Lemak Serta Otot yang Akurat

Selama ini DEXA scan lebih umum dikenal sebagai pemeriksaan baku untuk mengukur kepadatan mineral tulang. Namun, alat yang memanfaatkan radiasi sinar-X ini juga dapat digunakan untuk mengukur komposisi lemak dan otot, bahkan distribusinya dalam tubuh. 


Karena dapat mengukur komposisi lemak dan otot, DEXA scan tidak hanya mampu mendeteksi risiko osteoporosis, tetapi juga cocok untuk orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, maupun untuk menilai kebugaran atlet. Hasil pemeriksaan status gizi dari DEXA scan juga dinilai lebih akurat dibandingkan dengan yang menggunakan timbangan BIA (bioelectrical impedance analysis). 


Prosedur pemeriksaan dengan DEXA scan sangat cepat, hanya sekitar 10–30 menit. Dengan paparan radiasi yang relatif rendah, dibandingkan dengan Rontgen, sehingga aman dilakukan secara berkala. 


Apa Itu DEXA Scan?

DEXA scan (dual-energy X-ray absorptiometry) adalah alat untuk mengukur kepadatan mineral tulang serta komposisi lemak dan otot. Alat medis ini menggunakan 2 jenis sinar-X dengan tingkat energi berbeda. Penggunaan dua jenis sinar-X dimaksudkan untuk membedakan tulang dan jaringan lemak atau otot di sekitarnya, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat untuk setiap variabel yang diukur. 


Dalam melakukan pemeriksaan dengan DEXA scan, ahli radiologi akan mengoperasikan alat DEXA scan untuk memeriksa seluruh tubuh pasien, mulai dari kepala hingga kaki.


Khusus untuk pengukuran kepadatan tulang dan skrining osteoporosis, ahli radiologi biasanya akan mengarahkan ‘lengan’ DEXA scan ke beberapa titik sampel, yakni tulang belakang bagian bawah, tulang pinggul, dan lengan.


Sementara untuk pemeriksaan komposisi lemak dan otot, hasil yang akan ditampilkan adalah berupa distribusi secara visual serta kuantitatif. 


Baca juga: Cegah Osteoporosis Sejak Dini


Indikasi DEXA Scan 

Secara umum, DEXA scan direkomendasikan untuk individu dengan kondisi-kondisi berikut ini:


  • Berusia 50 tahun ke atas
  • Berusia di bawah 50 tahun, namun memiliki riwayat patah tulang sebelumnya
  • Wanita pasca menopause, yang tidak mengonsumsi estrogen dan memiliki faktor risiko lain
  • Riwayat keluarga dengan osteoporosis
  • Memiliki riwayat patah tulang akibat benturan ringan atau trauma minimal
  • Menggunakan jangka panjang obat kortikosteroid, obat anti-kejang, atau terapi hormon tertentu


Pasien osteoporosis juga dapat menjalani pemeriksaan dengan DEXA secara berkala. Tujuannya adalah untuk memantau hasil pengobatan osteoporosis, seperti melihat apakah kepadatan tulang meningkat, menetap, atau menurun.


Selain untuk memeriksa kepadatan tulang seseorang, DEXA scan juga dapat direkomendasikan bagi mereka yang perlu diperiksa komposisi tubuhnya, seperti:


  • Orang yang sedang atau ingin menjalani program penurunan berat badan 
  • Pasien yang menjalani operasi bariatrik
  • Atlet
  • Pasien yang berisiko mengalami penurunan massa otot karena penyakit tertentu, seperti gagal jantung, HIV, atau kanker
  • Orang yang mengalami gangguan makan 
  • Anak dengan gangguan pertumbuhan atau kelainan metabolik


Baca juga: Cara Pencegahan Osteoporosis pada Lansia



Manfaat DEXA Scan

Manfaat utama DEXA scan adalah untuk mengukur kepadatan tulang (bone density) guna mendiagnosis osteoporosis, menilai risiko patah tulang, dan memantau efektivitas pengobatan bagi tulang.


Selain untuk mengukur kepadatan tulang, DEXA scan juga bermanfaat untuk mengukur kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot dalam tubuh. Namun, hasil pengukuran ini tidak hanya bisa memberikan informasi mengenai kesehatan saja. Hasil pemeriksaan ini juga bisa dijadikan acuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan ataupun menentukan rencana pengobatan. 


Berikut ini adalah beberapa manfaat DEXA scan:


  • Mendiagnosis osteoporosis
  • Menilai risiko patah tulang
  • Menilai efektivitas diet dan olahraga dalam menurunkan lemak tubuh 
  • Mengevaluasi lemak perut pada penderita penyakit metabolik, seperti diabetes, penyakit jantung, atau hipertensi
  • Memantau tubuh atlet selama program latihan 
  • Menilai massa otot pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti pemulihan setelah cedera atau bed rest panjang


Persiapan DEXA Scan 

Sebelum menjalani prosedur DEXA scan, dokter akan mengevaluasi riwayat medis pasien, termasuk penyakit yang memengaruhi kondisi tulang, lemak, dan otot tubuh, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Setelah itu, dokter akan menentukan waktu pemeriksaan dengan DEXA scan. 


Penjadwalan ini penting karena DEXA scan tidak boleh dilakukan dalam waktu 7 hari setelah pasien menjalani pemeriksaan radiologi menggunakan zat kontras, seperti CT scan atau MRI. Pasien juga perlu menghentikan konsumsi suplemen kalsium, 24 jam sebelum prosedur dilakukan, agar tindakan DEXA scan memberikan hasil yang optimal. 


Jika sedang hamil, penting untuk menginformasikannya ke dokter agar prosedur tidak dilaksanakan. DEXA scan tidak direkomendasikan bagi ibu hamil karena tetap menggunakan radiasi meskipun paparannya sangat rendah. 


Baca juga: DEXA Scan untuk Sports Enthusiasts, Langkah Awal untuk Tingkatkan Performa Olahraga



Prosedur DEXA Scan 

Sebelum menjalani DEXA scan, pasien dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar, serta tanpa resleting, ikat pinggang, atau kancing. Pasien juga tidak diperkenankan membawa barang berbahan logam, seperti kunci atau uang koin. 


Setelah siap, pasien akan dipersiapkan untuk kemudian menjalani prosedur DEXA scan yang dipandu oleh tim medis khusus. Berikut ini adalah tahapan DEXA scan secara umum:


  1. Pasien dipersilakan berbaring di ranjang khusus dan diposisikan oleh bantuan tim medis yang sudah terlatih 
  2. Radiolog akan menggerakkan ‘lengan’ DEXA scan yang diposisikan di atas tubuh untuk memindai tubuh pasien, mulai dari kepala hingga ujung kaki. 
  3. Saat proses pemindaian, diharapkan tidak bergerak agar hasil pemeriksaan baik. Meskipun demikian, pasien tidak akan merasakan sakit dan tidak perlu menahan napas terlalu lama. 
  4. Hasil pemindaian tubuh pasien akan diterjemahkan oleh komputer menjadi gambar dan grafik. 


Setelah DEXA Scan 

Setelah tindakan, pasien bisa langsung pulang dan beraktivitas seperti biasa. Hasil pengukuran kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot dengan DEXA scan akan dianalisis oleh dokter spesialis radiologi.


Nantinya, hasil pengukuran dengan DEXA scan yang telah dianalisis oleh dokter spesialis radiologi akan dijelaskan dokter spesialis terkait ke pasien, seperti dokter spesialis gizi klinik.


Dengan hasil analisis DEXA, dokter dapat menentukan langkah selanjutnya, termasuk merekomendasikan program diet yang tepat ataupun pengobatan medis yang sesuai dengan kondisi pasien. 

Hasil tes DEXA scan untuk komposisi lemak dan otot tubuh akan berupa laporan kuantitatif dan visual yang menunjukkan proporsi lemak (total fat mass), otot (total lean mass), tulang (bone mineral mass), persentase lemak, serta distribusi lemak tubuh. 


Baca juga: Apakah Osteoarthritis Bisa Sembuh? Lindungi Lutut Anda dari Osteoarthritis!


DEXA scan merupakan prosedur pemeriksaan yang relatif aman dilakukan dan jarang sekali menimbulkan komplikasi. Sebab DEXA scan bukanlah tindakan invasif sehingga tidak melukai jaringan tubuh, serta sinar radiasi yang digunakan sangat rendah. 


Namun, pastikan bahwa Anda telah menginformasikan kondisi kesehatan Anda, termasuk riwayat penyakit dan kehamilan, saat dokter melakukan pemeriksaan, untuk mencegah komplikasi jangka panjang. 


Mengetahui kepadatan tulang serta komposisi lemak dan otot tubuh sangat penting, terlebih jika Anda sedang mencari program diet yang tepat. Oleh karena itu, prosedur DEXA scan bisa dijalani untuk mencapai goals yang Anda inginkan dengan maksimal. Agar optimal, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi klinik di RS Pondok Indah cabang terdekat untuk mendapatkan informasi DEXA scan secara rinci.


Dokter spesialis gizi klinik berpengalaman akan memberikan pelayanan yang optimal dengan dukungan fasilitas medis terkini dan canggih. Dokter gizi di rumah sakit kami juga akan membantu memahami hasil DEXA scan sekaligus merekomendasikan program terbaik untuk membantu mencapai berat badan ideal, sekaligus meningkatkan kualitas hidup Anda.  


Baca juga: Patah Tulang Pinggul ke Dokter Apa?



FAQ


Mengapa Dokter Menyarankan Pemindaian DEXA?

Dokter dapat menyarankan pemindaian DEXA untuk mengukur kepadatan mineral tulang, mendeteksi osteoporosis, maupun untuk mengukur komposisi tubuh. Pemeriksaan ini dianjurkan karena cepat, tidak invasif, dan menghasilkan data yang akurat untuk diagnosis dan pengelolaan kondisi kesehatan tubuh.


Apakah DEXA Scan Hanya untuk Memeriksa Osteoporosis?

Tidak, DEXA Scan tidak hanya digunakan untuk pemeriksaan osteoporosis. Selain digunakan untuk menilai kepadatan tulang dan risiko patah tulang (fraktur), DEXA Scan juga dapat digunakan untuk mengukur komposisi tubuh, seperti persentase lemak dan massa otot.


Jadi, DEXA Scan juga bisa membantu proses penilaian kesehatan metabolik, program penurunan berat badan, dan pengelolaan berbagai kondisi medis, seperti obesitas atau gangguan terkait massa otot.


Umur Berapa Harus Menjalani DEXA Scan?

Pemeriksaan DEXA Scan untuk skrining osteoporosis umumnya dianjurkan sejak usia 50 tahun. Akan tetapi, sebenarnya tidak ada batasan usia tertentu untuk menjalani DEXA Scan, terutama bila digunakan untuk mengukur komposisi lemak dan massa otot tubuh.


Apa Manfaat Pemeriksaan Komposisi Tubuh?

Pemeriksaan komposisi tubuh memiliki bermanfaat dalam memantau kesehatan dan kebugaran tubuh seseorang. Dengan mengetahui proporsi lemak, otot, dan air dalam tubuh seseorang, dokter dapat mengetahui gambaran kesehatan metabolik, mengidentifikasi risiko penyakit tertentu, ataupun memantau kemajuan program penurunan berat badan atau pembentukan otot orang tersebut.


Apa Tes yang Paling Akurat untuk Memeriksa Komposisi Tubuh?

DEXA Scan adalah salah satu tes paling akurat untuk mengukur komposisi tubuh. Sebab pemeriksaan ini mampu membedakan antara lemak, otot, dan tulang dalam tubuh secara detail, baik secara visual maupun kuantitatif. Tidak hanya demikian, DEXA Scan juga non-invasif dan dapat dilakukan dengan cepat sehingga pasien tetap nyaman selama dan setelah pemeriksaan.


Ditinjau oleh:

dr. Ida Gunawan, MS, Sp. G.K, Subsp. K.M., FINEM

Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi



Referensi:

  1. Lin M, Ridley L, et al,. Prediction of low DEXA T-scores by routine computed tomography body scans at different kilovoltage peaks. Journal of Medical Imaging and Radiation Oncology. 2023. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1754-9485.13537). Diakses pada 29 Juli 2025. 
  2. Ahmad A, Crawford CH, et al,. Correlation between bone density measurements on CT or MRI versus DEXA scan: A systematic review. North American Spine Society Journal. 2023. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37090222/). Diakses pada 29 Juli 2025. 
  3. Sangondimath G, Sen RK, et al,. DEXA and Imaging in Osteoporosis. Indian Journal of Orthopaedics. 2023. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38107793/). Diakses pada 29 Juli 2025. 
  4. Chavez LG, Gonçalves TJ, et al,. Assessment of body composition by whole-body densitometry: what radiologists should know. Radiologia Brasileira. 2022. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9620846/). Diakses pada 30 Juli 2025.  
  5. Alawi M, Begum A, et al,. Dual-Energy X-Ray Absorptiometry (DEXA) Scan Versus Computed Tomography for Bone Density Assessment. Cureus. 2021. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33717764/). Diakses pada 29 Juli 2025. 
  6. Cleveland Clinic. DXA Scan (Bone Density Test). (https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/10683-dexa-dxa-scan-bone-density-test#test-details). Direvisi terakhir 28 Mei 2024. Diakses pada 29 Juli 2025. 
  7. Mayo Clinic. Bone density test. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bone-density-test/about/pac-20385273). Direvisi terakhir 21 September 2022. Diakses pada 29 Juli 2025.